SERIUS: Rapat Koordinasi Pokja 2 Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi.(IST)RADARSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di Kota Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) 2 Tim Penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Sukabumi.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari mengatakan, koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026 tentang Pembentukan Tim Penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi.
“Dalam rapat itu pembahasan difokuskan pada penyusunan program kerja Pokja 2 Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja. Pokja ini menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan sinkronisasi berbagai program penanganan pengangguran di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Pokja 2 dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, hingga para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Sejumlah unsur yang terlibat antara lain Dinas Tenaga Kerja, UPT Balai Latihan Kerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, KCD Pendidikan Wilayah V, serta sejumlah perguruan tinggi seperti UMMI, Universitas Nusa Putra, Institut Citra Buana Indonesia, Sekolah Vokasi IPB, Politeknik Sukabumi dan BSI, serta HIPKI.
Mohammad Hasan Asari menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor tersebut diarahkan untuk membangun keterhubungan yang lebih kuat antara kebutuhan dunia kerja, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan pencari kerja.
“Salah satu agenda yang dirancang adalah melakukan pemetaan kebutuhan kompetensi tenaga kerja melalui penyusunan dokumen pemetaan tenaga kerja. Selain itu, dilakukan pula pendataan sektor-sektor unggulan daerah yang memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja,” jelasnya.
Lanjut Hasan, pendekatan tersebut dinilai penting agar program peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi benar-benar menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sektor unggulan di daerah.
Koordinasi Pokja 2 diharapkan dapat menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Sukabumi dalam mempercepat penanganan TPT melalui kebijakan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan pasar kerja.
Pada saat yang sama, upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Sukabumi agar semakin adaptif, kompeten, produktif, dan memiliki daya saing.
“Dengan keterlibatan berbagai unsur pendidikan, pelatihan, pemerintah dan dunia kerja, sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kota Sukabumi,” tukasnya. (ris)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)

