TASYAKUR: Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, saat menggelar Muhasabah, Tasyakur, Doa, Dzikir dan Tausiyah Kebangsaan, belum lama ini.(IST)RADARSUKABUMI.COM – Mengalihkan sejenak keramaian panggung hiburan dan kemeriahan lomba 17-an, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi memilih cara berbeda dalam mengisi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana euforia disulap menjadi arena khusyuk penuh refleksi melalui gelaran muhasabah, tasyakur, doa, zikir, dan tausiyah kebangsaan.
.Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kelurahan Cikundul tersebut berjalan khidmat dan hangat. Mengalunnya doa dan dzikir bersama masyarakat, tokoh agama, hingga jajaran aparatur kelurahan menjadi momentum spiritual untuk meresapi arti kemerdekaan sekaligus mengenang perjuangan para pahlawan.
Lurah Cikundul, Ateng Jaelani menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, khidmat dan penuh keberkahan. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga dapat menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Alhamdulillah, acara Muhasabah, Tasyakur, Doa, Dzikir dan Tausiyah Kebangsaan dalam rangka HUT RI ke-81 Kelurahan Cikundul telah berjalan dengan lancar, khidmat dan penuh berkah,” kata Ateng kepada Radar Sukabumi, Minggu (30/8).
Ia menilai, muhasabah menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi sekaligus meningkatkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diwariskan para pendahulu. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan, kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
Ateng juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang hadir dan ikut berpartisipasi. “Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran. Terima kasih atas kehadiran, waktu dan partisipasinya. Semoga setiap langkah, dzikir dan doa kita dicatat sebagai amal ibadah,” tuturnya.
Tidak hanya kepada yang hadir, apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang tidak dapat mengikuti kegiatan secara langsung. Menurut Ateng, dukungan dan doa yang diberikan dari rumah tetap menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan serta mempererat ukhuwah dan kecintaan terhadap bangsa.
Ia pun mengajak masyarakat Cikundul agar semangat muhasabah dan kebangsaan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai-nilai tersebut diharapkan diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong serta bersama-sama mendukung pembangunan wilayah. “Mari kita jaga terus semangat Muhasabah dan Kebangsaan ini, demi Cikundul yang unggul dan Indonesia merdeka jaya,” tukasnya. (bam)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)

