Hasil Kongres Persatuan, Dirut LKBN ANTARA Akhmad Munir Terpilih Ketum PWI Pusat: Ini Misi yang Diusung

11 hours ago 5

BEKASI – Kongres Persatuan PWI yang berlangsung sejak 29-30 Agustus 2025, di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), telah selesai.

Dari hasil pemilihan pada Kongres tersebut, Akhmad Munir akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, periode 2025-2030.

Akhmad Munir merupakan Direktur Utama (Dirut) LKBN (Lembaga Kantor Berita Nasional) ANTARA. Ia memperoleh 52 suara mengungguli rivalnya yakni Hendry Ch Bangun dengan 35 suara.

Bersamaan itu, Kongres Persatuan juga memilih Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat. Adapun yang terpilih, yaitu Atal S. Depari, dengan perolehan 44 suara. Sedangkan calon lainnya yakni Sihoni HT memperoleh 42 suara.

Seperti diketahui, dalam pencalonannya, Munir mengusung misi menuntaskan dualisme di tubuh organisasi terbesar jurnalis Indonesia itu.

“Pertama memang tugas kita saat ini adalah melakukan konsolidasi secara tuntas dan menyeluruh,” ucap Munir dikutip dari Antaranews, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, konsolidasi organisasi ini harus diawali rekonsiliasi, baik di tingkat pusat maupun daerah-daerah yang terjadi dualism.

Rekonsiliasai itu bisa dilakukan melalui forum musyawarah atau melalui asesmen ulang. “Baik asesmen verifikasi maupun asesmen lain-lain. Tentu dasarnya adalah berbasis AD-ART PWI,” kata Munir.

Kemudian, lanjutnya melakukan kampanye PWI bersatu, mengingat kondisi riil saat ini beberapa kepengurusan yang mengalami dualisme sehingga memicu keprihatinan banyak pihak, termasuk pemerintah.

Adapun untuk memulihkan citra PWI dapat dilakukan melalui sejumlah agenda seperti pameran pers nasional maupun kegiatan lain yang dapat didesain oleh rekan-rekan pengurus ke depan.

Munir pun ingin menguatkan peran media di tengah disrupsi meski diakui menjadi tugas berat mengingat kondisi ekosistem industri media terkini.

“Ini tugas berat. Karena ekosistem kita, oleh karenanya kita harus membangun ekosistem media yang baik. Baik dari sisi konten, jurnalisme maupun dari sisi bisnis ke depan di tengah disrupsi media,” tuturnya.

“Ini yang saya kira juga pekerjaan berat kita. Bagaimana kita membangun ekosistem media massa kita yang kuat dan sehat,” ungkapnya menambahkan.

Dikatakan Munir, perkembangan teknologi yang semakin masif turut berdampak pada industri media. Lahirnya kecerdasan buatan (AI) turut memudahkan produksi konten namun media wajib tetap mengacu kepada kode etik jurnalistik.

“Kita harus memanfaatkan AI ini juga dalam jurnalisme yang berkualitas yang patuh kepada kode etik jurnalistik. Nah ini yang mungkin harus digencarkan baik dalam program maupun tindak lanjut atau pemahaman dari seluruh anggota PWI dan media kita,” pintanya. (Ron/Ant)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |