Inspiratif! Wali Kota Tarakan Dianugerahi PENAIS Award 2025 Berkat Perhatian pada Penyuluh Agama

3 days ago 13

Fimela.com, Jakarta - Wali Kota Tarakan, Khairul, menambah daftar prestasi membanggakan dengan meraih PENAIS Award 2025 dari Kementerian Agama RI. Kemenag memberikan penghargaan ini sebagai apresiasi atas peran, dukungan dan kontribusinya dalam Penguatan Fungsi Penyuluh Agama Islam di kota Tarakan.

Bagi Khairul, penghargaan itu bukan hanya simbol prestasi, tapi juga sebuah kejutan, mengingat Tarakan merupakan satu-satunya daerah dari Provinsi Kalimantan Utara yang menerima penghargaan PENAIS Award 2025.

“Ya, tentu pertama-tama kami merasa surprise bahwa Kota Tarakan mendapatkan penghargaan PENAIS Award dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Dari Kalimantan Utara, hanya Kota Tarakan yang meraih penghargaan ini. Saya sudah cek, memang betul hanya Tarakan,” ucapnya usai menerima penghargaan dari Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA dalam acara Malam Penganugerahan PENAIS Award 2025 di Aston Kartika Hotel, Jakarta Barat, Senin (25/8/2025),

Khairul mengatakan bahwa sejak awal, Pemkot Tarakan memang aktif mendukung berbagai kegiatan keagamaan, termasuk untuk para guru agama Islam maupun agama lainnya. Dukungan itu bukan demi mendapat penghargaan, melainkan panggilan hati.

“Tentu ini merupakan apresiasi dari Kementerian Agama kepada Pemerintah Kota Tarakan, yang selama ini terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan. Dukungan itu juga termasuk bagi para guru agama, khususnya guru agama Islam, dan juga agama lainnya. Pemerintah kota selama ini memberikan bantuan serta mendukung berbagai program dari Kementerian Agama,” jelas Khairul.

Ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Tetapi demi mewujudkan SDM yang berkualitas.

“Kami sebenarnya tidak pernah mengharapkan penghargaan. Karena pada dasarnya, apa yang dilakukan selama ini adalah kewajiban pemerintah kota dalam mendukung pengembangan kehidupan beragama di Tarakan. Semua ini untuk mewujudkan sumber daya manusia yang tidak hanya berkualitas secara intelektual, tetapi juga spiritual,” tuturnya lembut.

Harapan untuk Generasi yang Lebih Berkualitas: Spiritual maupun Sosial

Khairul mengatakan pembangunan kota tidak cukup hanya dengan jalan yang bagus atau gedung-gedung tinggi. Ia percaya, masyarakat harus tumbuh seimbang, antara fisik, spiritual, dan sosial.

“Seperti harapan Bapak Menteri Agama, mudah-mudahan seluruh kepala daerah dapat terus meningkatkan dukungannya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan masyarakat. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan spiritual. Dengan begitu, masyarakat Indonesia yang terwujud bukan hanya maju secara fisik, tapi juga spiritual dan sosial,” ujarnya.

Tak lupa, dirinya mengapresiasi peran penyuluh agama yang tak hanya memberi ceramah, tapi juga literasi dalam hal pemberdayaan, dukungan sosial, hingga keberpihakan pada kaum disabilitas. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan terima kasih karena peran penyuluh agama sangat nyata dalam menghadirkan harmoni di Kota Tarakan.

“Kepada para penyuluh agama, Pemerintah Kota Tarakan menyampaikan terima kasih atas peran besar Bapak/Ibu semua yang telah membantu menciptakan kesejukan dan stabilitas di masyarakat. Jika para penyuluh agama aktif bergerak, maka umat beragama bisa lebih memahami ajaran agamanya masing-masing. Hal ini akan menciptakan stabilitas kota yang baik, keamanan, ketertiban, serta kehidupan yang lebih teratur. Peran penyuluh agama memang sangat vital,” ujarnya tulus.

Menag Apresiasi Dukungan Kepala Daerah kepada Penyuluh Agama Islam

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA mengapresiasi para Kepala Daerah yang telah menunjukkan kepedulian terhadap penyuluh agama Islam. Dukungan itu sangat penting untuk memperbaiki layanan keagamaan serta menjaga keharmonisan sosial di masyarakat.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada para Bupati dan Wali Kota. Dari sekian banyak Bupati dan Wali Kota, hanya sebagian yang terbukti secara formal memberikan perhatian khusus kepada penyuluh agama,” ujar Nasaruddin.

Menag menyebut, kepedulian Kepala Daerah tidak sekadar berkontribusi terhadap pembangunan fisik, tetapi juga dalam memperkokoh kehidupan spiritual masyarakat. Karena itu, Menag meminta seluruh Kepala Daerah untuk senantiasa mendukung keberadaan penyuluh agama.

“Dekatilah para penyuluh. Doa mereka makbul, langkah mereka membawa berkah, dan kontribusinya sangat penting bagi bangsa. Insya Allah, peran mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.

Penerangan Agama Islam (Penais) Award merupakan ajang tahunan dari Kementerian Agama yang menjadi wadah peningkatan kompetensi sekaligus bentuk apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam terbaik yang berkontribusi dalam pembangunan nasional. Tahun ini, Penais Award mengusung tema “Bergerak, Berinovasi dan Berdampak”, yang sejalan dengan semangat Kemerdekaan ke-80 RI: Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. 

Terdapat 90 nomine yang terbagi dalam sembilan kategori penghargaan. Kategori tersebut meliputi peningkatan literasi Al-Qur’an, pendampingan kelompok rentan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pendampingan hukum, pelestarian lingkungan, metode penyuluhan baru, penguatan moderasi beragama, serta kategori baru yaitu anti korupsi. Selain itu, Kemenag juga memberikan penghargaan kepada 40 kepala daerah atas peran, dukungan, dan kontribusinya dalam memperkuat penyuluh agama di daerah.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |