Bontang Dapat Dukungan Rp155,9 Miliar dari Jeju untuk Atasi Sampah Secara Berkelanjutan

5 hours ago 1

Fimela.com, Bontang Kota Bontang mendapat perhatian dunia internasional atas upayanya mengelola sampah secara berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan, mengumumkan hibah senilai USD 9,3 juta atau sekitar Rp155,9 miliar untuk membantu Bontang membangun sistem pengolahan sampah terpadu.

Bontang terpilih karena dianggap memiliki komitmen kuat terhadap isu lingkungan dan karakteristik ekosistem yang mirip dengan Pulau Jeju. Bantuan ini termasuk program Official Development Assistance (ODA), membuat Bontang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menerima hibah tersebut.

Profesor Bae Sung Kim dari Jeju National University yang ikut dalam rombongan menjelaskan, “Kondisinya sama dengan Jeju sekitar 20 tahun lalu. Saat itu kami juga menghadapi persoalan volume sampah yang tinggi seperti di Bontang sekarang. Kami berharap dari kolaborasi ini, sampah bisa tertangani.”

Bantuan Bukan Uang, Tapi Fasilitas dan Pelatihan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa hibah ini bukan sekadar dana tunai. Bantuan akan diwujudkan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, pembangunan teknologi pengolah sampah menjadi biogas, serta fasilitas pemilahan dan pengemasan sampah daur ulang.

“Ini membanggakan karena Bontang menjadi kota pertama di Indonesia yang menerima hibah dari Jeju. Kami optimis program ini akan membawa perubahan besar dalam pengelolaan sampah di kota ini,” ujarnya saat acara gala dinner di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (3/11/2025) malam.

Sebelumnya, tim KOICA Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jeju sudah melakukan kunjungan pada September dan Desember 2024 untuk survei dan finalisasi rencana proyek. Kunjungan terbaru ini meninjau pengelolaan sampah mulai dari tingkat komunitas dan RT melalui bank sampah, pengelolaan di Bontang Kuala, hingga TPA Bontang Lestari.

Empat Program Utama untuk Bontang

Kerja sama Bontang-Jeju difokuskan pada empat program:

  1. Membangun 30 rumah bersih di empat kelurahan: Api-Api, Gunung Elai, Bontang Baru, dan Bontang Lestari.
  2. Mendirikan fasilitas biodigester di lahan seluas 1,5 hektare di TPA Bontang Lestari.
  3. Mengembangkan sistem pengolahan dan daur ulang sampah, termasuk pemilahan dan pengemasan.
  4. Melakukan kampanye hidup bersih dan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

“Program ini sejalan dengan gerakan lokal GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku) yang sudah diterapkan di RT dan komunitas,” tambah Neni.

Melalui proyek ini, Pemkot Bontang berharap kota bisa semakin dikenal sebagai daerah yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar sebagai kota industri.

“Tentu kita ingin Bontang menjadi contoh tata kelola lingkungan yang diakui dunia,” tutupnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |