SUKABUMI- Pemerataan dokter di wilayah terpencil masih menjadi tantangan yang serius. Distribusi dokter di wilayah, seperti di Sukabumi masih belum merata, sehingga banyak warga yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan yang memadai.
Apalagi, di wilayah Kabupaten Sukabumi terdapat wilayah terpencil yang sulit terakses dan memiliki keterbatasan Fasilitas. Sehingga ketimpangan distribusi dokter ke daerah terpencil ini menjadikan kesulitan warga mendapatkan kesehatan yang layak. Apalagi banyak warga yang harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
“IDI sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk melaksanakan program preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dalam rangka pemenuhan dokter di daerah terpencil. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan mengurangi kesenjangan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan,” ujar Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Slamet Budiarto disela-sela pelantikan IDI Kabupaten Sukabumi disalah satu hotel di Kota Sukabumi, Sabtu (2/8).
Program preventif yang diusulkan IDI meliputi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit.
Program promotif meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Program kuratif meliputi peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, sedangkan program rehabilitatif meliputi peningkatan kemampuan masyarakat untuk kembali ke kehidupan normal setelah sakit atau cedera.
Selain itu, IDI juga meminta insentif dokter yang ditempatkan di daerah terpencil tidak disama ratakan dengan dokter yang ada di kota-kota besar. Di mana, akses jalan dan keterbatasan fasilitas menjadi problem yang dihadapi dokter di daerah terpencil.
“Selain itu kami juga sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat termasuk mendorong Pemkab Sukabumi agar insentif dokter didaerah terpencil agar lebih besar, sehingga menarik dokter ke daerah terpencil,” tambahnya.
IDI juga telah berupaya untuk meningkatkan pemerataan dokter di wilayah ini melalui berbagai program, seperti penempatan dokter pulang kampung dan pelatihan bagi dokter untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani kasus-kasus yang kompleks.
Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai pemerataan dokter yang ideal. IDI berharap pemerintah dan stakeholder lainnya dapat bekerja sama untuk meningkatkan akses kesehatan di wilayah ini.
Dengan demikian, warga dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan berkualitas, sehingga kesehatan masyarakat dapat meningkat.
“IDI siap bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. (why)