SUKABUMI — Tahun 2026 dibuka dengan sebuah harmoni yang indah antara kalender masehi dan kalender hijriah. Saat dunia larut dalam euforia pergantian tahun, umat Muslim justru tengah berada di bulan Rajab—salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.
Dalam khazanah ulama, ada pepatah yang begitu masyhur: “Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen.” Maka, refleksi tahun baru kali ini bukan sekadar tentang resolusi duniawi, tetapi tentang kesiapan menapaki jalan spiritual menuju Ramadhan 1447 H.
1. Menanam Ilmu: Fondasi Ibadah yang Kokoh
Rajab adalah waktu terbaik untuk mulai menanam benih pemahaman. Jangan tunggu malam pertama tarawih untuk membuka kembali kitab fikih.
• Tinjau Ulang Fikih Puasa: Segarkan kembali pemahaman tentang syarat, rukun, dan pembatal puasa.
• Khatam Ilmu Sebelum Sya’ban: Pahami isu-isu kontemporer seperti penggunaan inhaler, suntikan medis, hingga tantangan puasa di era digital.
• Kenali Keutamaan Rajab: Pelajari mengapa bulan ini disebut “bulan Allah” dan bagaimana ia menjadi jembatan menuju Ramadhan yang berkualitas.
2. Pemanasan Spiritual: Bersihkan Hati, Latih Diri
Rajab adalah masa pemanasan ruhani. Seperti atlet yang bersiap sebelum pertandingan besar, kita pun perlu melatih jiwa dan raga.
• Puasa Sunnah: Biasakan diri dengan puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh sebagai latihan fisik dan spiritual.
• Istighfar dan Taubat: Bersihkan hati dari dosa dan dendam. Rajab adalah momentum untuk kembali kepada-Nya.
• Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an: Mulailah dengan satu halaman per hari, lalu tingkatkan secara bertahap menuju Ramadhan.
3. Menata Finansial: Kedermawanan yang Terencana
Persiapan finansial bukan soal menumpuk belanja, tapi soal mengelola rezeki agar lebih bermakna.
• Tabungan Sedekah Subuh: Sisihkan sedikit setiap pagi. Kecil nominalnya, besar dampaknya saat Ramadhan tiba.
• Zakat Maal Lebih Awal: Hitung dan siapkan sejak Rajab agar distribusi zakat lebih tepat waktu dan tepat sasaran.
• Latihan Hidup Sederhana: Kurangi konsumsi berlebihan. Dana yang dihemat bisa dialihkan untuk berbagi sembako atau ifthar.
Penutup: Doa yang Tak Pernah Usang
Di tengah semangat tahun baru, jangan lupakan doa yang diwariskan para salaf:
“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa ballighna Ramadhan.”
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.
Mari jadikan awal 2026 sebagai titik tolak perubahan. Kita tidak ingin Ramadhan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum transformasi diri yang hakiki. Selamat menanam di bulan Rajab, untuk panen pahala di bulan Ramadhan 1447 H.(**)
Penulis : Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Athfal Ustadz Muhammad Azzam muttaqie, Lc





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3485581/original/069362400_1623927408-franck-1Z87M8ohPkc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/673735/original/bisnis-online.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408779/original/096219900_1762834524-WhatsApp_Image_2025-11-11_at_09.24.04.jpeg)




