Menyemai Pertumbuhan dari Pasar: Dari Rp3 Juta ke Omzet Miliaran

5 hours ago 2
BERBINCANG: Mantri BRI Unit Cibadak Ikhsan saat berbincang dengan Rena Wati yang membuktikan bahwa kerja keras dan dukungan permodalan mampu mengubah hidup.

SUKABUMI — Saat sebagian orang masih terlelap, toko sayuran di Pasar Cibadak milik Rena Wati (42) sudah ramai melayani pelanggan. Sejak pukul 02.00 WIB dini hari hingga 14.00 siang, deretan sayuran segar memenuhi lapak sederhana. Rena, warga Kampung Barugedong, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, telah menekuni usaha ini sejak 2019.

Awalnya, Rena hanya seorang suplayer sayuran dengan modal terbatas. Pinjaman pertama dari BRI sebesar Rp3 juta menjadi titik awal perjalanan panjangnya. Kini, dengan dukungan berkelanjutan, pinjaman itu berkembang hingga Rp250 juta. “Dulu awalnya hanya suplayer, sekarang sudah punya toko sendiri. Omset rata-rata Rp7 juta per hari, kalau lagi ramai bisa di atas Rp10 juta,” jelasnya.

Rena tidak hanya melayani pembeli di Pasar Cibadak, tetapi juga menjadi pemasok ke Cikembang, Kalapanunggal, hingga wilayah lain. Ia mengelola tagihan secara manual karena harga sayuran sering berubah. “Kalau manual lebih gampang menyesuaikan,” katanya.

Saat pandemi Covid-19, Rena justru merasakan berkah. “Enak jaman Corona, bahan baku murah, cabe murah, uang selalu ada,” kenangnya. Kini, ia mempekerjakan lebih dari 16 orang termasuk sopir, dengan sistem kerja yang hanya libur sehari saat Lebaran. “Saya fokus ke sayuran, kalau ada pelengkap hanya tambahan saja,” ujarnya.

Pasokan sayuran diperoleh dari Pasar Kemang dan Pasar Induk Bogor, sementara sebagian dari petani lokal seperti wortel dan jahe. Belanja dilakukan dua kali sehari dengan dua mobil, bahkan menjelang Lebaran bisa mencapai empat mobil penuh. “Terima kasih kepercayaan dari BRI, modal yang diberikan membuat usaha berkembang. Sistem suplayer bisa mencapai puluhan juta, dan di akhir tahun omzet bisa lebih dari Rp2 miliar,” ungkapnya.

Pemimpin Cabang KC BRI Cibadak, menilai kisah Rena sebagai bukti nyata bagaimana akses permodalan mampu mengubah kehidupan. “Rena menunjukkan bahwa dengan keberanian memulai dan konsistensi dalam bekerja, usaha kecil bisa tumbuh menjadi besar. BRI hadir untuk mendukung perjalanan itu, bukan hanya dengan pinjaman, tetapi juga dengan pendampingan,” ujarnya.

Kepala Cabang BRI Cibadak, Eki Dyata Fredi Setiawan saat berbincang dengan salah satu karyawan BRI. (foto : BRI Cibadak)

Eki menambahkan bahwa BRI Cibadak berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha di sektor pangan. “Sayuran adalah kebutuhan pokok masyarakat. Ketika usaha seperti milik Rena berkembang, dampaknya bukan hanya pada keluarganya, tetapi juga pada rantai pasok, petani, hingga konsumen. Inilah yang kami maksud dengan pertumbuhan inklusif.”jelasnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari angka pinjaman yang disalurkan, tetapi dari cerita nyata para nasabah. “Kami ingin setiap mitra merasa bahwa BRI adalah sahabat perjalanan mereka. Kisah Rena adalah inspirasi, bagaimana dari Rp3 juta bisa berkembang hingga ratusan juta, bahkan omzet miliaran. Itu adalah bukti bahwa BRI hadir untuk rakyat.”pungkasnya. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |