Wali Kota Sukabumi Ayep ZakiSUKABUMI – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, berkurangnya ruang hijau, dan menurunnya kualitas udara di kawasan perkotaan, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurut Ayep, setiap pohon yang ditanam memiliki makna lebih dari sekadar penghijauan. Pohon merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, karena mampu menghasilkan udara bersih, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
“Menanam pohon adalah menanam kebaikan dan menanam kebenaran. Sesungguhnya kita sedang menanam kehidupan. Apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat bagi banyak orang di masa depan,” ujar Ayep Zaki, pada Jumat (3/6).
Ia menilai, upaya memperbanyak vegetasi di kawasan perkotaan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Pasalnya, ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pemanasan global, menyerap emisi karbon, serta menjaga kualitas udara.
Bagi Kota Sukabumi yang memiliki karakter alam yang sejuk, keberadaan pepohonan dinilai menjadi aset yang harus terus dipertahankan. Karena itu, Ayep mengajak seluruh warga untuk tidak berhenti menanam pohon di lingkungan rumah, sekolah, tempat ibadah maupun ruang-ruang publik lainnya.
“Saya mengajak seluruh warga Kota Sukabumi jangan pernah bosan menanam pohon. Semakin banyak pohon yang tumbuh, semakin baik kualitas udara yang kita hirup dan semakin nyaman lingkungan tempat kita tinggal,” katanya.
Ayep menambahkan, kota yang hijau bukan hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Pepohonan mampu menurunkan suhu udara, mengurangi polusi, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Komitmen tersebut juga ditunjukkan saat dirinya mengikuti aksi penanaman pohon bersama para kepala daerah dari seluruh Indonesia dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan. Pada kesempatan itu, Ayep menanam pohon jambu bol sebagai tanaman khas daerah yang menjadi simbol harapan agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh dan mengakar.
Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau Kota Sukabumi semakin hijau, masyarakat akan menikmati udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sejuk, dan kualitas hidup yang semakin baik. Menanam pohon adalah investasi untuk masa depan kota yang kita cintai bersama,” pungkasnya. (ris)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527516/original/032102200_1773205136-Foto_1_-_ROG_Zephyrus_Line_Up.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529420/original/082768300_1773334051-article_bank__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524326/original/092279500_1772940037-f9e892a9-823d-4250-9a80-c8102283a42c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)










