Bappeda Sukabumi Matangkan Strategi Hadapi WJIC 2026

3 hours ago 6
Bappeda Sukabumi Matangkan Strategi Hadapi WJIC 2026Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, saat menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah.

CIBEUREUM – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mematangkan persiapan menghadapi ajang West Java Investment Challenge (WJIC) Tahun 2026. Melalui Bidang Prasarana dan Sarana Dasar (PSDA), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah untuk memastikan seluruh tahapan penjurian dapat dihadapi secara maksimal.

Rapat koordinasi tersebut tidak hanya membahas kesiapan administrasi, tetapi juga menyelaraskan data, memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah, hingga menyusun strategi penyampaian potensi investasi yang akan dipresentasikan kepada tim penilai.

Langkah ini dinilai penting agar proyek investasi yang diusulkan mampu menunjukkan keunggulan, kelayakan, dan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, mengatakan WJIC merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi yang dimiliki Kota Sukabumi kepada calon investor. Untuk itu, persiapan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh perangkat daerah yang berkaitan.

“West Java Investment Challenge bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa Kota Sukabumi memiliki proyek investasi yang layak, prospektif, dan siap ditawarkan kepada investor. Oleh karena itu, seluruh data, dokumen pendukung, hingga materi presentasi harus disusun secara matang dan berbasis fakta,” ujarnya.

Menurut Hasan Asari, investasi berkualitas memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran investor tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memperkuat daya saing Kota Sukabumi di tingkat regional.

Ia menambahkan, keberhasilan menarik investasi sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dalam menghadirkan perencanaan yang terintegrasi, kemudahan perizinan, serta kepastian terhadap proyek yang ditawarkan. Karena itu, sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci dalam membangun kepercayaan investor.

“Yang kami bangun bukan hanya kesiapan mengikuti penjurian, tetapi juga kesiapan daerah dalam menerima investasi. Investor membutuhkan kepastian, data yang akurat, dan komitmen pemerintah. Semua itu harus tercermin dalam proposal maupun presentasi yang akan disampaikan,” katanya.

Melalui persiapan yang semakin matang, Pemerintah Kota Sukabumi berharap proyek investasi yang diusulkan pada WJIC 2026 mampu menarik minat investor, meningkatkan daya saing daerah, serta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Investasi yang masuk diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, dan percepatan pembangunan di berbagai sektor,” tandasnya. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |