FPK Kota Sukabumi Tanamkan Semangat Kebangsaan

3 hours ago 5
FPK Kota Sukabumi Tanamkan Semangat Kebangsaan

CIKOLE — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Sukabumi, tidak hanya menjadi ajang adaptasi siswa baru dengan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Sukabumi memanfaatkan momentum tersebut untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan toleransi kepada ribuan pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

Pembekalan Wawasan Kebangsaan digelar di sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 9, SMP Negeri 10, SMP Negeri 11, SMP Negeri 14, serta SMA Negeri 4 Kota Sukabumi. Ribuan siswa baru mengikuti kegiatan dengan antusias melalui metode pembelajaran interaktif yang dipadukan dengan diskusi, kuis, hingga pembagian doorprize sehingga materi lebih mudah dipahami.

Anggota FPK Kota Sukabumi, Zulkarnain mengatakan, pembentukan karakter kebangsaan harus dimulai sejak usia sekolah. Derasnya arus informasi di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda sehingga diperlukan pondasi nilai kebangsaan yang kuat.

“Anak-anak saat ini hidup di era digital yang penuh informasi. Mereka harus memiliki bekal nilai kebangsaan yang kuat agar mampu memilah mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan. Karakter kebangsaan menjadi benteng utama agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Jumat (17/7).

Zulkarnain menjelaskan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga, bukan menjadi alasan untuk saling membedakan.

“Kami ingin memastikan adik-adik memahami bahwa perbedaan adalah kekuatan bangsa. Indonesia lahir dan tumbuh karena keberagaman yang dipersatukan oleh semangat kebangsaan. Nilai-nilai itu harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, dan rasa cinta kepada tanah air,” jelasnya.

Menurutnya, MPLS menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan karakter sebelum para siswa memasuki proses pembelajaran secara penuh. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk Pelajar Pancasila yang beriman, mandiri, kreatif, bernalar kritis, bergotong royong, serta mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman.

“Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari pentingnya menjaga persatuan di era media sosial, menyikapi perbedaan pendapat, hingga peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Suasana pembelajaran pun berlangsung hidup dengan interaksi dua arah yang membuat materi kebangsaan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |