Kebakaran di Cibodas Sukabumi, Seorang Ibu Tewas 

1 hour ago 3
BERITA UTAMA

Kebakaran Cibodas Sukabumi

PALABUHANRATU – Musibah kebakaran merenggut satu korban jiwa di Kampung Cibodas RT 14/RW 08, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).

Seorang ibu rumah tangga bernama Eni (34) ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah panggung miliknya yang dilalap kobaran api.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 10.40 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melahap hampir seluruh bangunan semi permanen yang didominasi material kayu dan bambu. Diduga, api berasal dari aktivitas memasak di dapur lalu menyambar bensin eceran yang dijual korban di rumahnya.

Camat Palabuhanratu, Sutopo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu api kompor yang menyambar bahan bakar jenis bensin yang berada tidak jauh dari lokasi memasak.

“Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena api berkobar sangat besar. Kondisi rumah yang semi permanen membuat kobaran api cepat membesar,” ujarnya.

Menurut Sutopo, setelah menerima laporan, petugas dari Pos Damkar Palabuhanratu bersama personel Polres Sukabumi, Polsek Palabuhanratu, Tim Inafis, serta Pemerintah Desa Cibodas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman dan olah tempat kejadian perkara.

“Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu guna menjalani pemeriksaan medis,” tuturnya.

Sementara itu, sepupu korban, Kemal (41), menceritakan detik-detik mencekam saat kebakaran terjadi. Saat itu, korban sedang memasak di dapur, sedangkan anak balitanya yang sedang sakit tertidur di dalam rumah ditemani seorang bibi.

Kemal mengaku mengetahui kejadian setelah mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah korban. Ketika tiba di lokasi, api sudah membesar dan mulai membakar pakaian korban.

“Awalnya kami berusaha menolong, tapi api tiba-tiba menyembur terbawa angin. Kami terpaksa mundur karena kobarannya semakin besar,” katanya.

Di tengah kepanikan, Kemal nekat menerobos masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan balita yang masih tertidur. Sementara rekannya mengevakuasi bibi korban yang juga sedang sakit.

“Anaknya masih tidur di ruang tengah. Saya langsung masuk menggendong anak itu keluar. Api dari dapur sudah menjalar ke depan karena anginnya berputar-putar,” tuturnya.

Namun nahas, Eni tidak berhasil menyelamatkan diri. Menurut Kemal, korban diduga berusaha memadamkan api yang mulai membesar sebelum akhirnya kehabisan tenaga.
“Mungkin dia berusaha memadamkan api. Karena asap dan api semakin besar, kemungkinan sesak napas lalu pingsan. Akhirnya tidak sempat keluar,” ungkapnya.

Kemal juga menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, suami korban sedang bekerja di luar daerah, tepatnya di Manado.

“Di dalam rumah hanya terdapat tiga orang, yakni korban, anak balitanya, dan seorang bibi yang sedang sakit,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun dugaan sementara mengarah pada api kompor yang menyambar bensin eceran yang disimpan di dalam rumah, sehingga memicu kobaran api yang dengan cepat menghanguskan bangunan dan merenggut nyawa pemiliknya. (Ndi)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |