Kemiskinan Warga Kota Sukabumi Masih Jadi Tantangan

4 hours ago 3
Kemiskinan Warga Kota Sukabumi Masih Jadi TantanganWali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki-Bobby Maulana saat melaksanakan program 12 pas.

CIBEREUM – Persoalan kemiskinan, kerentanan sosial, dan keterbatasan akses permodalan masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian warga Kota Sukabumi. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya memperkuat intervensi sosial melalui Program 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) yang menyasar masyarakat rentan di berbagai wilayah.

Pada pelaksanaan Episode 12 yang berlangsung di Kelurahan Cibeureumhilir dan Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kamis (25/6), bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk santunan sosial, tapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan hasil pendataan dan pendampingan pekerja sosial, sejumlah warga yang masuk kategori rentan, mulai dari lansia, keluarga kurang mampu, hingga pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan modal, mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing.

Pendekatan ini dinilai penting mengingat persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap peluang usaha, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, penanganan kemiskinan memerlukan langkah yang terintegrasi antara bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, bantuan yang diberikan harus mampu menjadi jembatan agar masyarakat dapat bangkit dan meningkatkan taraf hidupnya.

Selain bantuan tunai dan kebutuhan pokok, pemerintah juga mendorong penguatan usaha mikro melalui bantuan modal usaha serta program pembiayaan berbasis pemberdayaan seperti Qordul Hasan.

“Pemerintah tidak hanya hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan, tetapi juga harus mampu membuka jalan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Kemiskinan Warga Kota Sukabumi Masih Jadi TantanganWali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki-Bobby Maulana saat melaksanakan program 12 pas.

Data lapangan yang dihimpun Dinas Sosial menunjukkan masih terdapat warga yang membutuhkan perhatian khusus akibat kondisi ekonomi, usia lanjut, maupun keterbatasan fisik. Kondisi tersebut menuntut kehadiran negara melalui program yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan.

Di sisi lain, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak juga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan bantuan. Dukungan dari sektor perbankan, lembaga filantropi, perusahaan, hingga masyarakat dinilai mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial yang ada.

“Sinergi menjadi salah satu kunci untuk menekan angka kemiskinan, mengurangi kerentanan sosial, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Melalui Program 12 PAS, pemerintah berupaya memastikan warga yang paling membutuhkan memperoleh perhatian secara langsung, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi keluarga.

“Dengan pendekatan tersebut, program ini tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan di Kota Sukabumi,” tandasnya. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |