PEDULI LINGKUNGAN: Anggota Komisi IV DPR RI drh. Slamet bersama unsur Kementerian Kehutanan RI dan aparat pemerintahan setempat saat melakukan penanaman 15.000 pohon, Sabtu (27/6). FOTO: ISTIMEWASUKABUMI — Krisis kerusakan lingkungan di kawasan hulu Sungai Cikaso, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapat perhatian serius.
Guna memulihkan tutupan hutan yang gundul akibat pembalakan liar dan tambang ilegal, gerakan penanaman 15 ribu pohon resmi digulirkan oleh Komunitas Pegiat Lingkungan Umbara Cikaso bersama kementerian terkait, relawan, dan warga lokal.
Langkah konservasi di daerah tangkapan air ini menuai apresiasi tinggi dari Kementerian Kehutanan RI.
Penghijauan massal tersebut juga dinilai krusial untuk mengembalikan kapasitas infiltrasi (daya serap air) tanah hulu, sehingga mampu membentengi wilayah hilir Sukabumi dari ancaman bencana banjir bandang.
“Banjir yang sering terjadi tidak hanya dipengaruhi curah hujan, tetapi juga menurunnya kemampuan lahan dalam menyerap air ” ujar Kepala Bidang Fasilitasi Penerapan Pengembangan Hutan Berkelanjutan Kementerian Kehutanan RI, Pratiara Lamin, Sabtu (27/6).
Menurut Pratiara, Kawasan hulu Sungai Cikaso menjadi lokasi yang sangat strategis karena selama ini dampak banjir justru dirasakan masyarakat di wilayah hilir.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan tanam pohon 15 ribu yang diinisiasi Pegiat Lingkungan Umbara Cikaso dan didukung Anggota Komisi IV DPR RI drh. Slamet, RPH Sukabumi, Forkopimcam, serta para relawan. Kawasan hulu Sungai Cikaso menjadi lokasi yang sangat strategis karena selama ini dampak banjir justru dirasakan masyarakat di wilayah hilir,” tambahnya.
Sementara itu, kerusakan nyata di jantung pertahanan air Sukabumi ini diakui langsung oleh Kepala Desa Tegallega, Fuad Abdul Latif.
Ia mengungkapkan, bentang alam hulu Cikaso sempat dieksploitasi besar-besaran oleh aktivitas tambang ilegal (illegal mining) dan penebangan liar (illegal logging) beberapa tahun lalu.
Dampaknya sangat fatal. Salah satunya terlihat di kawasan Leuweung Kabuyutan yang berada di blok hutan pinus dan damar Perhutani Hanjuang Tengah. Di mana lahan-lahan terbuka kini menganga lebar menggantikan hutan belantara.
Menurut Fuad, dari sekian banyak jenis pohon endemik penyangga air yang dulu rimbun, kini hanya tersisa tiga batang pohon endemik yang bertahan hidup.
Selain itu, kolam alami seluas dua meter persegi yang menjadi sumber mata air utama di kawasan tersebut kini kondisinya terancam akibat hilangnya vegetasi pelindung.
“Kalau berbicara kondisi di hulu Sungai Cikaso, memang cukup parah. Alhamdulillah sekarang aktivitas tambang ilegal sudah bisa ditekan berkat kerja sama semua elemen. Namun dampaknya masih terasa ke wilayah hilir karena sumber airnya berasal dari sini,” kata Fuad.
Menyikapi ruang-ruang terbuka hijau yang telanjur rusak, Kementerian Kehutanan RI menegaskan tidak akan tinggal diam. Selain mendukung aksi reboisasi, pemerintah mendorong program pengelolaan hutan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal secara legal.
Melalui skema ini, warga diberikan hak akses resmi untuk mengelola dan memanfaatkan lahan hutan negara demi meningkatkan ekonomi, tanpa mengubah status kepemilikan tanah.
Sementara itu, Anggota DPR RI fraksi PKS, drh Slamet ikut terjun langsung melakukan penanaman pohon.
Ia juga mengapresiasi banyak dukungan yang diberikan, mulai dari Perhutani, kemudian Kementerian Kehutanan, para Forkopimcam dan kepala desa setempat.
” Saya secara pribadi menjadi bagian dari warga Sukabumi, ya turut prihatin dengan kondisi yang ada.
Kami tidak hanya sekedar menyalahkan ataupun tanda kutip mengutuk, tapi kita harus berbuat apapun yang kita bisa mampu. Dan hari ini Alhamdulillah kita akan mulai untuk kemudian kita melakukan penghijauan dari Leweung Cikabuyutan ini,” ujar Slamet menambahkan.
Diakui dia, 15 ribu pohon yang disuport Kementerian kehutanan ini akan bekerjasama pula dengan LSM Umbara yang siap juga untuk melakukan gerakan menanam dan merawat.
“Jadi saya berharap, tidak hanya ada gerakan menanam saja.Tapi gerakan kita adalah menanam dan merawat.Insya Allah langkah real ini untuk menjawab Sukabumi yang sudah menjadi langganan tahunan bencana banjir dan longsor,” akunya.
Diterangkannya, untuk pohon yang akan ditanam berasal dari berbagai jenis.Nantinya, di zona inti akan ditanami tanaman endemik, tanaman hutan aslinya.
“Dan saya juga sudah dapat support dari teman-teman Taman Nasional Gede Pangrango,
berarti Kementerian Kehutanan juga ada seribu bibit endemik yang insya Allah nanti kita akan tanam di sana,” pungkasnya. (why)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527516/original/032102200_1773205136-Foto_1_-_ROG_Zephyrus_Line_Up.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522080/original/031990100_1772713347-WhatsApp_Image_2026-03-05_at_19.20.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529420/original/082768300_1773334051-article_bank__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524326/original/092279500_1772940037-f9e892a9-823d-4250-9a80-c8102283a42c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518589/original/086644300_1772513347-DSC09577.jpeg)



