KUR BRI, Modal yang Menjaga Musik Lokal Sukabumi

4 hours ago 5
MENINJAU: Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana saat meninjau Mansur, tukang servis gitar, membuktikan bahwa usaha kecil bisa berdampak besar.

SUKABUMI – Di sebuah ruko kecil di Sukabumi, suara dentingan senar gitar berpadu dengan aroma kayu dan lem. Di sanalah Mansur (50) setiap hari sibuk memperbaiki gitar, biola, dan alat musik lainnya. Baginya, setiap alat musik yang masuk bukan sekadar benda, melainkan bagian dari jiwa seni yang harus dijaga.

Perjalanan usaha Mansur dimulai sejak 1998 di Cileungsi, Bogor. Awalnya ia membuat alat musik, namun sejak 2013 fokus pada servis gitar. “Kalau gitar rusak, saya lihat kondisinya dulu. Ada yang sekadar setting, ada yang harus diperbaiki total,” ujarnya. Gitar bermerk seperti Yamaha hingga gitar milik band indie Sukabumi dan Cianjur pernah ia tangani. Bahkan, gitar dari band nasional seperti Seventeen dan Mahkota Band pernah sampai ke tangannya.

Selain servis, Mansur juga menjual gitar untuk pemula dengan harga Rp300 ribu hingga Rp700 ribu. Untuk gitar profesional, ia menerima pesanan khusus sesuai permintaan. “Kalau gitar custom, biasanya pesan dulu. Saya carikan bahan dan buat sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Meski usaha ini sederhana, Mansur mampu meraih penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan. Tantangan terbesar datang dari persaingan pasar online. “Sekarang banyak orang beli gitar lewat online. Jadi saya lebih mengandalkan mulut ke mulut dan media sosial,” katanya.

Kepala Unit BRI Unit Sukaraja Cabang Sukabumi, Irwan Maulana, menilai usaha Mansur sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif di Sukabumi.

“Pak Mansur bukan hanya memperbaiki gitar, tetapi juga menjaga denyut seni musik lokal. Dari ruko kecil, ia melayani band indie hingga band nasional. Ini membuktikan bahwa usaha kecil bisa memberi dampak besar bagi dunia kreatif,” ujarnya.

Irwan menekankan bahwa BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir untuk mendukung pengusaha seperti Mansur. “Dengan KUR Rp10 juta, Pak Mansur bisa menambah sparepart dan modal kerja. Dukungan ini penting agar usaha kreatif tetap bertahan di tengah persaingan pasar online,” katanya.

Menurutnya, usaha seperti servis gitar memiliki nilai sosial yang tinggi. “Setiap gitar yang diperbaiki bukan hanya alat musik, tetapi juga bagian dari perjalanan seorang musisi. Dengan adanya usaha seperti ini, seni musik lokal tetap terjaga,” jelasnya.

Menutup komentarnya, Irwan berharap lebih banyak pelaku usaha kreatif mendapat dukungan. “Kami ingin ekonomi kreatif di Sukabumi tumbuh. Karena dari kreativitas lahir identitas budaya, dan dari budaya lahir kekuatan ekonomi,” tutupnya.(*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |