Nekat! Penipu Catut Nama Bobby Maulana Buat Minta Uang

5 hours ago 5
 Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani saat diwawancara, belum lama ini.DIWAWANCARA: Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani saat diwawancara, belum lama ini.

RADARSUKABUMI.COM – Warga Kota Sukabumi diminta waspada terhadap aksi penipuan yang mencatut nama Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Dua akun WhatsApp diketahui menggunakan identitas Bobby Maulana dan ajudannya untuk menjalankan modus peminjaman uang.

Kabar tersebut, telah diklarifikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi melalui kanal media sosial resminya pada 10 September 2026. Klarifikasi dilakukan setelah adanya laporan mengenai keberadaan dua akun WhatsApp yang diduga digunakan untuk melakukan penipuan. “Temuan itu bermula dari laporan salah satu pihak kepada staf wakil wali kota. Dalam laporan tersebut, diketahui adanya upaya penipuan dengan modus meminta atau meminjam sejumlah uang dengan mengatasnamakan Wakil Wali Kota Sukabumi,” Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani kepada Radar Sukabumi, Jumat (11/9).

Dua nomor WhatsApp yang dicatut masing-masing adalah 0823 1603 2003 dan 0811 2191 1348. Nomor pertama menggunakan foto profil Bobby Maulana dan mengaku sebagai wakil wali kota. Sementara nomor kedua mengaku sebagai ajudan Wakil Wali Kota Sukabumi. Diskominfo menegaskan kedua akun tersebut bukan milik Bobby Maulana maupun ajudannya. “Masyarakat diimbau tidak mudah percaya apabila menerima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kota Sukabumi, terlebih jika komunikasi tersebut berujung pada permintaan transfer atau peminjaman uang,” paparnya.

Menurutnya, Diskominfo Kota Sukabumi mengambil langkah klarifikasi untuk mencegah informasi tersebut berkembang sekaligus memutus ruang gerak pelaku yang berusaha memanfaatkan nama pejabat publik. “Dalam penanganannya, Diskominfo juga menggandeng Jabar Saber Hoaks untuk menyebarluaskan klarifikasi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan publik terhadap informasi palsu dan modus penipuan digital,” imbuhnya.

Pencatutan identitas pejabat melalui aplikasi pesan instan menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai. Foto profil dan nama pejabat dapat digunakan untuk membuat akun palsu terlihat meyakinkan, terutama ketika pelaku berkomunikasi secara langsung dengan calon korban. “Karena itu, masyarakat diharapkan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menanggapi permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai pemerintah. Terlebih apabila terdapat permintaan uang, transfer, maupun data pribadi,” tuturnya.

Diskominfo Kota Sukabumi melalui klarifikasi tersebut menegaskan bahwa dua akun WhatsApp yang mencatut nama Bobby Maulana dan ajudannya adalah palsu. “Masyarakat diminta tidak memberikan respons yang dapat menguntungkan pelaku serta segera melaporkan apabila menemukan modus serupa,” tutupnya. (bam)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |