Simpenan Membara, Tujuh Rumah Diamuk Si Jago Merah

2 hours ago 7
MEMBARA: Kobaran api menerjang permukiman warga di Kampung Cigadog, RT 06/RW 02, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.45 WIB. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI- Malam yang semestinya menjadi waktu warga beristirahat mendadak berubah menjadi kepanikan.

Kobaran api menerjang permukiman warga di Kampung Cigadog, RT 06/RW 02, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

Sedikitnya tujuh unit rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Api bahkan mengancam tiga rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Simpenan, api diduga berasal dari rembetan korsleting listrik kemudian merembet kebakaran lahan yang kemudian menjalar ke permukiman warga.

“Tujuh rumah yang terdampak masing-masing milik Adah, Ma Ukim, Enjang, Haji Igar, Aep Gempar, H. Emis, dan Ica yang diketahui memiliki usaha fotokopi,” ungkap petugas P2BK Simpenan Dandi Sulaeman.

Dandi menyebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Namun, kerugian material berupa bangunan rumah beserta seluruh isinya diperkirakan cukup besar dan hingga kini masih dalam proses pendataan.

“Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan assessment ke lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, RT dan RW setempat,” terangnya.

“Saat ini api sudah padam. Saat ini puing-puing bangunan masih belum dibersihkan, dalam penanganan warga secara gotong royong,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang warga, Hendra (56) mengungkapkan, api diduga muncul akibat korsleting listrik dan pertama kali terlihat dari bagian atas salah satu rumah.

“Saya lihat api menyala dari atas dan berkobar besar. Saya langsung berteriak kepada tetangga agar keluar karena kebakaran,” ujar Hendra.

Teriakan tersebut sontak membuat warga berhamburan keluar rumah. Dalam situasi yang semakin mencekam, warga memilih menyelamatkan diri dan meninggalkan harta benda.

“Yang penting kita selamat dulu. Harta benda biarkan,” katanya.

Hendra mengaku kehilangan seluruh harta bendanya dalam musibah tersebut. Tak banyak yang tersisa selain pakaian yang dikenakannya.

“Nggak ada, habis semua. Tinggal ini, baju sama ini,” tuturnya.

Untuk sementara, para pemilik rumah terdampak memilih mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat. Sebagian warga juga berharap dapat menggunakan fasilitas desa sebagai tempat berlindung sementara apabila mendapat izin dari pemerintah desa.

Hendra berharap pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Harapannya dari pemerintah, dari desa, kecamatan, tingkat kabupaten, kalau perlu sampai gubernur bisa meninjau ke sini,” ungkapnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di lokasi, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Desa Kertajaya.

Saat ini kondisi di lokasi telah aman setelah api berhasil dipadamkan. Petugas bersama pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran, sementara tiga rumah yang berada di sekitar lokasi sebelumnya masuk dalam kategori terancam. (Ndi)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |