Kota Sukabumi Jauh dari Abu Vulkanik, PTM Kembali Digelar

1 hour ago 4
 Sejumlah pelajar terlihat beraktivitas, Selasa (8/9/2026). Disdikbud Kota Sukabumi kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tetap mewajibkan penggunaan masker dan mengimbau siswa serta tenaga pendidik menghindari aktivitas di luar ruangan sebagai antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (widi/radarsukabumi)

SUKABUMI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, SMP, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), mulai Selasa, (8/9/2026).

Kebijakan tersebut ditetapkan setelah hasil pemantauan lapangan oleh lembaga berwenang, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa Kota Sukabumi berada jauh dari sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan bahwa berdasarkan arah pergerakan sebaran abu vulkanik, wilayah yang terdampak saat ini mengarah ke barat daya dan barat laut, meliputi sejumlah wilayah di Banten, Lampung, serta Samudra Hindia.

“Karena Kota Sukabumi berada jauh dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, kami menetapkan kebijakan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Novian dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Meskipun PTM kembali diberlakukan, Disdikbud Kota Sukabumi meminta seluruh satuan pendidikan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan diwajibkan menggunakan masker selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan bagi seluruh warga satuan pendidikan.

Disdikbud juga mengimbau satuan pendidikan untuk meniadakan kegiatan pembelajaran maupun aktivitas lainnya di luar ruangan selama satu pekan ke depan.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi lingkungan akibat aktivitas vulkanik.
“Kami meminta seluruh satuan pendidikan untuk tetap memantau kondisi dan menerapkan langkah-langkah yang telah ditetapkan, terutama penggunaan masker serta penghindaran aktivitas di luar ruangan selama sepekan ini,” kata Novian.

Novian berharap kondisi Gunung Anak Krakatau segera kembali stabil sehingga kegiatan pendidikan dan aktivitas masyarakat di Kota Sukabumi dapat berlangsung normal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang, serta mendoakan agar seluruh wilayah yang terdampak bencana alam senantiasa mendapat perlindungan.

“Semoga tidak terjadi erupsi kembali sehingga kita dapat beraktivitas seperti biasa. Mari kita berdoa agar Allah SWT senantiasa melindungi kita dari setiap peristiwa alam yang terjadi,” pungkasnya.(wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |