Bukan Buat Sikat Pendemo! Polisi Sukabumi Pakai Water Cannon Cuci Jalanan dari Abu Vulkanik

3 hours ago 3

RADARSUKABUMI. COM – Debu vulkanik yang menyelimuti sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi pasca erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mendapat penanganan. Tak hanya melakukan pemantauan, kepolisian turun langsung ke jalan untuk mengurangi debu yang beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

BAMBANG SURYANA, SUKABUMI

Satuan Samapta Polres Sukabumi Kota mengerahkan satu unit kendaraan water cannon untuk menyiram ruas jalan yang dipenuhi debu. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat kepolisian terhadap kondisi lingkungan yang dirasakan masyarakat setelah material vulkanik terbawa hingga wilayah Sukabumi.

Penyiraman dilakukan di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Di tengah aktivitas kendaraan yang masih berlangsung, personel Sat Samapta bergerak membasahi permukaan jalan secara bertahap.

Air yang disemprotkan dari kendaraan water cannon membuat permukaan jalan yang sebelumnya kering dan berdebu menjadi lebih basah. Dengan demikian, debu yang mudah terangkat ketika dilintasi kendaraan diharapkan dapat ditekan.

Kasat Samapta Polres Sukabumi Kota AKP Agus Suhendar memimpin langsung kegiatan tersebut. Petugas menyisir bagian jalan yang dinilai cukup banyak terdapat debu dan sisa material vulkanik.

Penyiraman bukan sekadar persoalan membersihkan badan jalan. Debu yang beterbangan akibat lalu lintas kendaraan dapat mengganggu jarak pandang, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi tersebut juga membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, langkah penyiraman merupakan bentuk pelayanan kepolisian untuk merespons kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kami berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan penyiraman di sejumlah ruas jalan yang kondisi debunya cukup banyak. Ini untuk mengurangi debu yang beterbangan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” kata Sentot kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/9).

Menurutnya, kondisi lingkungan pascaerupsi perlu menjadi perhatian bersama. Debu yang beterbangan bukan hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tetapi juga berpotensi terhirup oleh masyarakat ketika beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara warga yang beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan debu atau abu vulkanik. ‘Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama para pengendara. Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, kami juga mengimbau untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik,” ujarnya.

Sementara itu, AKP Agus Suhendar menjelaskan, penggunaan kendaraan water cannon dipilih untuk mempercepat proses penanganan debu di jalan. Dengan kapasitas penyemprotan yang besar, petugas dapat membasahi permukaan jalan dalam waktu relatif singkat.

“Kami akan melihat situasi di lapangan. Apabila masih terdapat ruas jalan yang kondisi debunya cukup mengganggu, tentunya akan kami lakukan penanganan kembali,” jelas Agus.

Penanganan tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa situasi pascaerupsi tidak hanya membutuhkan pemantauan dari sisi kebencanaan.

Dampak lanjutan seperti debu yang masuk ke kawasan permukiman dan ruas jalan juga membutuhkan respons cepat agar tidak berkembang menjadi persoalan baru bagi masyarakat. Kehadiran polisi dengan kendaraan water cannon di tengah jalan pun menjadi pemandangan tersendiri bagi warga.

“Biasanya kendaraan tersebut identik dengan tugas pengamanan, namun kali ini dimanfaatkan untuk membantu mengatasi dampak debu vulkanik yang mengganggu pengguna jalan,” paparnya.

Pihaknya, memastikan pemantauan terhadap kondisi di lapangan terus dilakukan. Personel juga disiapkan untuk memberikan pelayanan apabila terdapat ruas jalan lain yang mengalami gangguan akibat debu vulkanik. Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak panik namun tetap waspada.

“Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika debu cukup pekat, serta berhati-hati saat berkendara menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik,” ucapnya.

Langkah penyiraman jalan ini, diharapkan mampu menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan sekaligus mengurangi gangguan akibat debu.

“Di tengah kondisi pascaerupsi, sinergi antara pemerintah, kepolisian, petugas kebencanaan dan masyarakat menjadi penting agar setiap dampak yang muncul dapat ditangani secara cepat dan terukur,” tutupnya. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |