SUKABUMI – Upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini terus dilakukan melalui gerakan di sekolah. Salah satunya melalui Program Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan yang digagas mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Program tersebut digelar melalui kolaborasi mahasiswa PPG UMMI bersama SDN Dewi Sartika dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan bertajuk Kick Off Program Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG UMMI. Namun, program dirancang tidak sekadar memenuhi tugas akademik, melainkan untuk membentuk karakter dan kebiasaan siswa dalam menjaga lingkungan.
Melalui program ini, siswa diajak membiasakan diri memilah sampah, menjaga kebersihan, serta mengurangi penggunaan plastik.
Ketua tim mahasiswa PPG UMMI, Muhammad Irfan Adriansyah, mengatakan program tersebut terdiri dari workshop edukasi dan internalisasi kesadaran lingkungan bagi siswa serta workshop bagi guru.
“Alhamdulillah, program yang kami rancang, yaitu pembentukan karakter melalui Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan, bisa dilaksanakan,” ujar Irfan.
Menurutnya, peran guru sangat penting agar kebiasaan peduli lingkungan yang ditanamkan kepada siswa dapat berjalan berkelanjutan.
“Tidak hanya siswa yang menjadi sasaran, tetapi perlu ada peran guru juga,” katanya.
Program ini melibatkan sekitar 160 siswa dari empat rombel kelas V SDN Dewi Sartika. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 siswa akan dipilih menjadi komunitas Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan sebagai agen perubahan di sekolah.
“Dari 160 siswa, nantinya sekitar 20 siswa menjadi satu komunitas Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan yang menjadi agen perubahan kepada teman-temannya untuk memilah sampah dan menjaga lingkungan,” jelas Irfan.
Para siswa terpilih akan mendapatkan identitas khusus, pelatihan, dan pelantikan sebagai Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan. Mereka juga dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah.
Program ini dilengkapi jurnal harian yang diisi pemimpin cilik dan siswa lainnya sebagai sarana refleksi. Guru akan memberikan pendampingan, sedangkan mahasiswa PPG UMMI bersama sekolah dan DLH Kota Sukabumi melakukan pemantauan secara berkala.
“Kami berharap Pemimpin Cilik ini bisa terus berlanjut meskipun nantinya kami tidak melakukan monitoring lagi di sini. Ini bisa menjadi budaya yang baik dan terus berkelanjutan,” tutur Irfan.
Irfan menjelaskan, persoalan sampah dipilih karena pengetahuan tentang membuang dan memilah sampah belum selalu menjadi kebiasaan.
“Anak-anak hampir setiap orang sudah mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya dan harus dipilah. Tetapi pada pelaksanaannya belum terlaksana seperti itu. Berarti ada permasalahan pada kesadaran dan kebiasaan,” jelasnya.
Karena itu, program tersebut diarahkan untuk membentuk karakter dan budaya peduli lingkungan, bukan sekadar memberikan pengetahuan. Keberhasilannya akan dilihat dari perubahan kebersihan sekolah serta kemampuan siswa menerapkan pemilahan sampah.
“Indikatornya sejauh mana lingkungan di sekolah menjadi bersih dan bagaimana pengetahuan siswa dalam memilah sampah,” ujarnya.
Kepala SDN Dewi Sartika CBM Iyus, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai program ini memiliki makna lebih karena mendorong perubahan karakter siswa.
“Sebagai kepala sekolah saya sangat mengapresiasi inisiatif kolaborasi yang dilakukan mahasiswa PPG calon guru UMMI. Saya bangga karena mereka tidak hanya memenuhi tugas kuliah, tetapi kolaborasinya betul-betul bermakna sehingga ingin ada perubahan karakter untuk anak-anak Dewi Sartika,” ungkapnya.
Menurut Iyus, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk DLH.
SDN Dewi Sartika sendiri telah melakukan sejumlah upaya mengurangi sampah plastik, salah satunya mengimbau guru dan siswa membawa tumbler atau botol minum sendiri. Sekolah juga menyediakan tempat sampah terpilah untuk sampah organik dan anorganik.
“Harapannya dengan adanya program ini siswa dan para guru memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan sehingga dapat mengurangi sampah,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Sukabumi, Jarry Nugraha, mengatakan edukasi lingkungan harus ditanamkan sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, DLH memberikan materi kepada siswa mengenai pengenalan sampah, jenis-jenis sampah, hingga cara melakukan pemilahan.
“DLH sebagai pembina bukan hanya di masyarakat, tetapi lingkungan di sekolah juga. Kami memberikan materi kepada siswa, minimal mereka mengenal dulu apa itu sampah sampai kepada jenisnya untuk melakukan pemilahan,” terangnya.
Pembekalan juga diberikan kepada guru mengenai peran mereka dalam mendukung program. Jarry menegaskan, gerakan peduli lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah.
“Semua harus berperan serta, bukan hanya siswa, tetapi guru, penjaga sekolah, kantin dan kepala sekolah. Semua harus terlibat untuk masalah lingkungan ini,” tegasnya.
DLH Kota Sukabumi berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan bersama mahasiswa PPG UMMI agar Program Pemimpin Cilik Peduli Lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Dari para pemimpin cilik, kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan diharapkan menular kepada seluruh warga sekolah.
Tim mahasiswa PPG UMMI yang terlibat terdiri dari Alifa Aprillia Firdausya, Chindy Amelia, Elsa Ayu Humaira, Muhammad Irfan Adriansyah, Rima Ismunayah, Risa Dwilistiyani, Salsa Maria, Siti Nurwanti, Syafira Amini, dan Syahla Baharizna Rahayu. (wdy)









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6109337/original/054962400_1778994759-Screenshot_2026-05-17_114441.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)

