Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah, Farhan Sebut 20 Persen Dibawah Harga Pasaran

3 hours ago 6
Walikota BdgWali Kota Bandung Muhammad Farhan, saat kunjungi salah satu stand Bazmut, Jumat (11/9). (foto: Humas)

BANDUNG – Guna membantu warga Kota Bandung memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggelar Bazar Murah Bandung Utama (Bazmut).

Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Bahkan lanjutnya, Bazmut memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah.

“Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut,” terangnya di lokasi, di kelurahan Sadang Serang, Kota Bandung, Jumat (11/9/2026).

“Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” ujar Wali Kota Bandung Farhan, menambahkan.

Lebih lanjut Farhan menelaskan bahwa, pelaksanaan bazar (Bazmut) melibatkan Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin, hingga mitra ritel modern. Masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas dengan harga sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Karena itu menurutnya, Bazmut tersebut tidak hanya dapat mengendalikan inflasi, tetapi juga meringankan beban masyarakat. “Terpenting saat ini adalah memastikan distribusi barang-barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tetap lancar dan melimpah,” tuturnya kutip laman Pemprov Jabar.

Adapun komoditas yang tersedia, beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga Minyakita dengan skema subsidi dan potongan harga. Untuk eras SPHP, pemerintah memberikan subsidi melalui Bulog. Sedangkan untuk komoditas lainnya mendapat dukungan diskon dari distributor dan pelaku usaha.

Farhan juga memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung secara umum masih aman, meski pasokan beras premium lebih terbatas akibat tingginya permintaan.

“Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan, karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Untuk beras SPHP dikendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin, menyatakan bahwa Bazmut digelar di 30 kecamatan. Ia menuturkan beras, Minyakita, dan telur menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga karena harganya relatif terjangkau.

Ditambahkan Ronny, setiap lokasi bazar rata-rata dikunjungi sebanyak200 hingga 250 orang, total selama pelaksanaan mencapai 7.000 orang pengunjung. “Untuk omzet sampai hari kemarin capai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar,” ungkapnya (Ron/Hms)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |