
KOTA BANDUNG — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan pembenahan kawasan Gasibu, Kota Bandung, dengan fokus utama meningkatkan kualitas fasilitas publik serta menciptakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Gasibu memiliki peran penting sebagai salah satu ruang terbuka yang banyak digunakan warga untuk berolahraga dan melakukan berbagai aktivitas. Karena itu, kondisi fasilitas di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian dan perbaikan secara berkala.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah lintasan lari. Menurut Herman, kondisi lintasan harus dipastikan layak digunakan agar aktivitas olahraga masyarakat tidak menimbulkan risiko keselamatan.
“Track lari itu kan kondisinya harus diperbaiki karena itu fasilitas publik, ruang publik,” kata Herman saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Selasa (1/9/2026).
Ia menilai kualitas fasilitas publik berkaitan langsung dengan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Perbaikan lintasan diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan atau cedera yang mungkin terjadi ketika warga beraktivitas.
“Jangan sampai karena track-nya kurang baik, kemudian kan bisa tijalikeuh (keseleo) ya kata orang Sunda. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan,” ujarnya.
Selain memperhatikan fungsi dan keselamatan, proses penataan juga mempertimbangkan tampilan kawasan. Pemerintah akan menjaga keselarasan antara fasilitas yang diperbaiki dengan lanskap Gasibu yang sudah ada, termasuk unsur alami maupun elemen pendukung lainnya.
Herman optimistis pembenahan tersebut akan memberikan perubahan positif terhadap kondisi Gasibu. Ia pun meminta masyarakat bersabar dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menuntaskan seluruh proses penataan.
“Insya Allah kondisinya akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Karena itu kami mengimbau ke masyarakat, berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi dari masyarakat. Masukan, kritik, maupun saran akan menjadi bagian dari upaya memastikan hasil penataan dapat memenuhi kebutuhan pengguna kawasan.
Herman menjelaskan bahwa program tersebut bukan merupakan proyek pembangunan fasilitas baru dalam skala besar. Pemerintah lebih menitikberatkan pada optimalisasi, perbaikan, dan penataan sarana yang telah tersedia.
Dengan demikian, pengembangan Gasibu diarahkan agar lebih efektif dalam mendukung fungsi kawasan sebagai ruang publik dan fasilitas olahraga masyarakat.
Mengenai durasi pekerjaan yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, Herman mengatakan pelaksanaan penataan membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan serta mengikuti ketentuan yang berlaku. “Ya karena membutuhkan waktu seperti itu. Yang jelas kan di aturan, dimungkinkan ada rentang waktunya,” tuturnya.
Pemprov Jabar berharap hasil pembenahan dapat meningkatkan kualitas Gasibu sebagai ruang publik yang fungsional dan representatif. Dengan fasilitas yang lebih baik, kawasan tersebut diharapkan semakin mendukung kebutuhan masyarakat untuk berolahraga, beraktivitas, dan menikmati ruang terbuka di pusat Kota Bandung. (*)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6109337/original/054962400_1778994759-Screenshot_2026-05-17_114441.jpg)