PKK Baros Gaspol Tekan Stunting

5 hours ago 4
 Tim Penggerak PKK Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, memperkuat peran kader dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting. (IST)BIMTEK: Tim Penggerak PKK Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, memperkuat peran kader dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting. (IST)

RADARSUKABUMI.COM – Tim Penggerak PKK Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, memperkuat peran kader dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting. Kader PKK didorong tidak sekadar menjalankan kegiatan Posyandu, tetapi aktif menjadi pelopor sekaligus pelapor persoalan kesehatan anak di lingkungan masyarakat.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah mengatakan, kader PKK dan Posyandu berada di garda terdepan dalam pencegahan serta penanggulangan stunting. “Kader tidak hanya dituntut menjadi pelopor, tetapi juga pelapor ketika menemukan anak yang berisiko mengalami stunting,” kata Ranty kepada Radar Sukabumi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peran PKK dan Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kelurahan Baros, belum lama ini.

Menurut Ranty, pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin. Kader didorong memastikan balita mengikuti penimbangan bulanan di Posyandu, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala hingga lingkar lengan. “Penimbangan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi risiko stunting. Jika ditemukan tanda-tanda stunting, kader harus segera merujuk anak kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Ranty menilai, penguatan kapasitas kader melalui bimtek penting agar mereka memiliki bekal yang memadai dalam memberikan edukasi kepada keluarga. “Terutama terkait pemenuhan gizi dan pola pengasuhan anak, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang memiliki balita,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Baros, Neneng Yuliani mengungkapkan, saat ini terdapat 192 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di wilayahnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kelurahan bersama kader untuk mendapatkan penanganan secara intensif. “Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga sosialisasi pola hidup bersih dan sehat. Keberadaan kader menjadi penting karena mereka dapat menjadi penghubung langsung antara program pemerintah dengan masyarakat,” timpalnya

Neneng berharap, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diteruskan kepada masyarakat sehingga upaya menekan jumlah KRS dapat dilakukan secara bersama-sama. “Mudah-mudahan dengan hasil bimtek ini, Kader PKK dan Posyandu bisa mensosialisasikan kembali kepada masyarakat bagaimana mencegah dan menekan jumlah KRS,” pungkasnya. (bam)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |