Raden Koesoemo: Ekraf Harus Jadi Motor Kemajuan Kota Sukabumi

4 hours ago 4
Raden Koesoemo HutariptoAnggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Raden Koesoemo Hutaripto.

CIKOLE – Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Ekonomi Kreatif melakukan kunjungan kerja ke Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Sukabumi dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sukabumi.

Kunjungan tersebut difokuskan pada pembahasan penguatan regulasi dan strategi pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Raden Koesoemo Hutaripto, mengatakan Perda Ekraf yang tengah disusun diharapkan mampu menjadi payung hukum sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam Perda Ekraf ini kami ingin ada penguatan terhadap 17 subsektor ekonomi kreatif. Yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Sukabumi sehingga sektor ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya, pada Selasa (23/6).

Menurut Raden, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus menjadi fokus bersama seluruh organisasi perangkat daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan daerah lain dalam mengembangkan pariwisata yang ditopang oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kepemudaan hingga promosi wisata.

“Semua dinas harus memiliki orientasi yang sama terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Dinas Pariwisata, Dispora, Dinas Pendidikan hingga Dinas PUPR harus saling mendukung agar fasilitas, akses jalan, aksesibilitas, dan berbagai sarana penunjang lainnya dapat terbangun dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif perlu mengacu pada konsep 5A, yakni akses, amenitas, akomodasi, aksesibilitas, dan aktivitas. Kelima unsur tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan destinasi yang menarik sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Raden menilai Kota Sukabumi memiliki modal sejarah yang kuat sebagai kota heritage dan kota persinggahan sejak masa kolonial. Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai identitas daerah dalam membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan.

“Kota Sukabumi memiliki warisan sejarah sebagai kota wisata sejak zaman dahulu. Ini adalah heritage yang wajib kita kembangkan melalui penguatan sarana-prasarana pendukung ekonomi kreatif dan pariwisata,” ungkapnya.

Raden juga mengingatkan pentingnya strategi pengembangan ekonomi kreatif dalam menghadapi perubahan pola mobilitas masyarakat akibat pembangunan jalan tol di kawasan Sukabumi dan sekitarnya. Ia berharap Kota Sukabumi tidak hanya menjadi daerah yang dilewati, tetapi tetap menjadi tujuan persinggahan dan destinasi wisata yang menarik.

“Jangan sampai dengan adanya jalan tol, Kota Sukabumi hanya menjadi kota yang dilalui kendaraan. Kita harus memastikan kota ini tetap menjadi tujuan singgah, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terus tumbuh. Dengan penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata, kita berharap kesejahteraan masyarakat meningkat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bertambah,” pungkasnya. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |