Korps Marinir TNI AL memberikan pembinaan karakter kepada siswa SMAN 1 Jampangtengah melalui Pendidikan Pancawaluya.
SUKABUMI — Ketika banyak sekolah memilih study tour ke luar kota sebagai sarana penyegaran dan pembelajaran, SMAN 1 Jampangtengah justru mengambil langkah berbeda yang tak biasa. Alih-alih berwisata, sebanyak 400 siswa kelas X diterjunkan ke medan latihan menantang di bawah bimbingan pasukan elite Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Program bertajuk Pancawaluya ini kembali digelar sebagai bagian dari pendidikan karakter yang telah berjalan selama empat tahun terakhir. Dalam kegiatan tersebut, lingkungan sekolah dan lahan eks perkebunan di sekitar sekolah disulap menjadi arena latihan ala militer yang penuh tantangan, menguji keberanian, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja sama.
Di bawah terik matahari, para siswa tampak serius mengikuti setiap instruksi. Mereka ditantang menaklukkan berbagai rintangan, mulai dari merayap di atas tali tambang kapal, melintasi lintasan ketinggian, hingga mempelajari teknik dasar melempar pisau. Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama yang benar-benar menguji batas keberanian.
Kepala SMAN 1 Jampangtengah, Bahrudin, menegaskan bahwa program ini merupakan solusi kreatif untuk menggantikan study tour tanpa membebani orang tua dengan biaya besar.
“Ini adalah solusi pengganti study tour. Kita manfaatkan fasilitas sekitar agar edukasi karakter tetap berjalan tanpa kendala biaya. Hasilnya sangat nyata. Anak-anak kini jauh lebih disiplin dan sekolah kami bersih dari aksi perundungan karena mereka diajarkan saling menghargai,” ujar Bahrudin kepada Radar Sukabumi, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter siswa yang kuat, tangguh, dan berintegritas. Pendidikan tidak hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal membangun kepribadian yang siap menghadapi tantangan kehidupan.
“Ketika mereka berhasil mengatasi rasa takut, muncul kepercayaan diri. Ketika mereka berlatih bersama, tumbuh solidaritas. Inilah nilai yang ingin kami tanamkan,” katanya.
Selama empat tahun pelaksanaan, manfaat program ini dirasakan secara nyata. Disiplin siswa meningkat, kerapihan menjadi kebiasaan, dan budaya saling menghormati semakin kuat. Bahkan, menurut pihak sekolah, kasus perundungan nyaris tidak ditemukan.
Di lapangan, para siswa mendapat bimbingan langsung dari instruktur profesional dari Korps Marinir. Kepala Pelatih Outbound, Lettu Marinir Komarudin, menjelaskan bahwa tantangan yang diberikan bukan semata-mata mengandalkan kekuatan fisik.
“Sebetulnya yang membuat tali goyang adalah ketidakyakinan diri sendiri. Jika hati tenang dan fokus, rintangan setinggi apa pun bisa dilewati,” ujar Komarudin.
Ia menambahkan, latihan ini dirancang untuk mengajarkan siswa agar tetap sabar, berpikir jernih, dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin mereka memiliki kesiapan mental. Dalam kondisi sulit, yang paling penting adalah tetap tenang dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” katanya.
Semangat para siswa terlihat jelas selama pelatihan. Teriakan penyemangat dari teman-teman dan instruktur menciptakan atmosfer penuh energi. Setiap rintangan yang berhasil ditaklukkan disambut tepuk tangan meriah, menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan.
Salah satu peserta, Safa Sifa, mengaku sempat diliputi rasa takut saat harus meniti tali di ketinggian. Namun, setelah memahami teknik keseimbangan yang diajarkan instruktur, rasa takutnya perlahan berubah menjadi antusiasme.
“Awalnya deg-degan, tapi setelah tahu teknik kaki kanan sebagai pendorong dan kaki kiri sebagai penyeimbang, saya malah ingin mencoba lagi. Ini pengalaman yang sangat menantang,” ungkap Safa dengan penuh semangat. (den)





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488958/original/047378200_1769771965-NEKA_siap_layani_masyarakat_Indonesia__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477851/original/004100400_1768883455-IMG_3806_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468742/original/096888900_1768012714-isra_miraj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3917538/original/022218100_1643350868-henry-co-yxfGrQvLzJo-unsplash_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3947629/original/058073600_1645989084-xavi-cabrera-6bnH1v-IQK0-unsplash.jpeg)