RADARSUKABUMI.COM – Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan yang terus bergerak, ada sumber daya sosial yang selama ini tumbuh dari masyarakat sendiri, zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Di Kota Sukabumi, potensi tersebut kini kembali didorong agar tidak berhenti sebagai kewajiban personal, tetapi berkembang menjadi kekuatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Pemerintah Kota Sukabumi ingin penghimpunan ZIS dikelola semakin terarah melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi.
Garis Nurbogarullah, Sukabumi
Dorongan itu disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam forum Kolaborasi OPD bersama Baznas di Operation Room Sekretariat Daerah Kota Sukabumi. Di hadapan jajaran perangkat daerah, Ayep Zaki meminta seluruh OPD mengambil bagian dalam memperkuat ekosistem penghimpunan zakat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Bagi Ayep, keterlibatan aparatur pemerintah bukan semata soal memenuhi kewajiban, tetapi juga membangun keteladanan. ASN yang menjadi muzaki diharapkan dapat menjadi bagian dari contoh bagaimana kewajiban zakat dijalankan secara tertib dan kemudian dikelola melalui lembaga resmi.
“Seluruh perangkat daerah harus menjadi agen Baznas. Jadi, contoh itu harus diikuti sama-sama, termasuk kepatuhan kita terhadap aturan,” ujar Ayep Zaki.
Dorongan tersebut datang bersamaan dengan target baru yang cukup besar. Penghimpunan ZIS yang saat ini berada di kisaran Rp4,6 miliar diarahkan untuk meningkat hingga Rp16 miliar.
Angka itu bukan sekadar target penerimaan. Di baliknya terdapat harapan agar semakin banyak dana sosial masyarakat yang dapat dihimpun dan kemudian dikembalikan dalam bentuk program yang menyentuh kebutuhan warga.
Ketua Baznas Kota Sukabumi K.H. Aceng Nazmudin mengatakan, target tersebut membutuhkan kerja bersama. Baznas tidak mungkin membangun ekosistem zakat sendirian tanpa dukungan perangkat daerah.
“Untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS, dalam hal ini tidak bisa bekerja sendiri. Sangat dibutuhkan dukungan serta peran serta dari setiap perangkat daerah demi terciptanya salah satu instrumen yang sehat untuk membantu pembangunan,” kata Aceng.
Baznas pun tengah menyiapkan sejumlah program yang akan ditawarkan kepada ASN di lingkungan Pemkot Sukabumi. Langkah ini diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih sistematis sekaligus memperluas penghimpunan ZIS.
Di sisi lain, Ayep ingin pengelolaan zakat memiliki fondasi tata kelola yang lebih kuat. Ia meminta berbagai aturan dan regulasi mengenai Baznas dimasukkan ke dalam aplikasi Sukasai. Integrasi tersebut diharapkan membuat informasi mengenai ketentuan zakat lebih mudah diakses sekaligus memperkuat kepatuhan di lingkungan pemerintah daerah.
“Masukkan Baznas ini, aturan dan regulasinya, ke dalam aplikasi Sukasai,” tegasnya.
Bagi Pemerintah Kota Sukabumi, penguatan zakat juga berkaitan dengan keteladanan. Berbagai capaian yang telah diraih daerah, menurut Ayep, perlu berjalan beriringan dengan perilaku aparatur dalam menjalankan kewajiban sosial dan keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh Kota Sukabumi, maka kita harus menjadi contoh bagi siapa pun. Jadi percontohan muzaki,” katanya.
Dari ruang pertemuan itu, agenda zakat kemudian diarahkan pada persoalan yang lebih besar, bagaimana dana yang bersumber dari kepedulian masyarakat dapat dihimpun secara lebih optimal, dikelola secara terencana, dan pada akhirnya kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi OPD dan Baznas pun menjadi pintu masuk untuk membangun pola tersebut. Jika penghimpunan dapat diperkuat, ruang intervensi sosial melalui ZIS juga semakin terbuka dari membantu warga yang membutuhkan hingga mendukung berbagai upaya pemberdayaan masyarakat.
Zakat pada akhirnya bukan hanya soal angka yang terkumpul. Ia juga berbicara tentang kepatuhan, keteladanan, dan bagaimana solidaritas sosial di sebuah kota dapat dikelola menjadi kekuatan yang memberi manfaat nyata. (*)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834712/original/073504000_1780655454-AMJ_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336552/original/022857800_1782207398-pexels-minan1398-1441593.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261860/original/079137400_1781760927-9179005499397205708.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7746836/original/040565800_1780554499-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8047663/original/032394000_1780890718-7039489f-a3c7-45bd-ba19-1e84522ef9c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256422/original/061879900_1781157874-pohon_buah_di_sawah.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
