RADARSUKABUMI.COM – Perencanaan keluarga bukan sekadar menentukan jumlah anak, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan orang tua menjaga kesehatan ibu dan anak serta memastikan setiap kelahiran berlangsung pada waktu yang tepat.
Pesan itu kembali dikuatkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi melalui pelayanan kontrasepsi dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia 2026.
Pelayanan KB tersebut digelar di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Ika Kartika, Kecamatan Citamiang. Kegiatan melibatkan Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A bersama Balai Penyuluh KB Kecamatan Citamiang dan menyasar akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), baik peserta baru maupun KB pascapersalinan.
Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi mengatakan, pelayanan KB menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap kontrasepsi sekaligus membangun kesadaran bahwa perencanaan keluarga perlu dipersiapkan sejak awal.
“Pelayanan ini bukan hanya soal penggunaan alat kontrasepsi, tetapi bagaimana masyarakat memahami pentingnya merencanakan keluarga, mengatur jarak kelahiran, dan memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar Yadi.
Dalam pelayanan tersebut, sebanyak 15 akseptor mendapatkan layanan KB. Mereka memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kualitas layanan.
Menurut Yadi, keputusan menggunakan kontrasepsi idealnya tidak didasarkan pada dorongan sesaat, melainkan melalui pemahaman yang cukup mengenai pilihan metode, manfaat, serta kondisi kesehatan akseptor. Maka dari itu, keberadaan tenaga kesehatan dan penyuluh KB memiliki peran penting dalam memberikan informasi sebelum masyarakat menentukan pilihan.
Pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Pelayanan KB Serentak WCD 2026 yang berlangsung pada 7 September hingga 7 Oktober 2026. Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa perencanaan kehamilan memiliki kaitan erat dengan kesehatan keluarga.
Yadi menambahkan, semakin mudah masyarakat mendapatkan informasi dan layanan KB, semakin besar pula peluang pasangan usia subur merencanakan kehidupan keluarga secara lebih matang. Pengaturan jarak kelahiran, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa berencana itu penting. Dengan perencanaan keluarga yang baik, kesehatan ibu dan anak bisa lebih diperhatikan dan keluarga dapat mempersiapkan masa depan dengan lebih baik,” pungkasnya. (ris)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834712/original/073504000_1780655454-AMJ_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336552/original/022857800_1782207398-pexels-minan1398-1441593.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261860/original/079137400_1781760927-9179005499397205708.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7746836/original/040565800_1780554499-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8047663/original/032394000_1780890718-7039489f-a3c7-45bd-ba19-1e84522ef9c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256422/original/061879900_1781157874-pohon_buah_di_sawah.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
