Ecoprint, Jaipongan, dan Mochi: Kreativitas Siswa SMPN 6 dalam Pekan Proyek Kokurikuler

3 hours ago 3

SUKABUMI – Aula dan halaman SMPN 6 Kota Sukabumi selama sepekan terakhir dipenuhi semangat berbeda. Bukan sekadar rutinitas belajar di kelas, melainkan sebuah perjalanan kreatif dalam Pekan Proyek Kokurikuler 2 bertema “Berakar dari Budaya, Bergerak Menuju Masa Depan Adaptif dan Berdaya Saing.”

Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah bakat, minat, dan prestasi, sekaligus menumbuhkan karakter adaptif yang dibutuhkan di masa depan. Kepala SMPN 6 Kota Sukabumi, Supriadi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membentuk kecerdasan siswa secara menyeluruh. “Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk kecerdasan siswa baik kognitif, afektif, psikomotorik, mental, maupun keterampilan. Siswa harus memiliki kemampuan adaptif yang kuat untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.

Kreativitas dari Budaya dan Lingkungan

Setiap jenjang kelas mengusung tema berbeda.

  • Kelas VII mengangkat tema Budaya Hidup Berkelanjutan. Mereka belajar teknik ecoprint bersama tim ahli OISCA, mencetak motif alami dari daun dengan pewarna ramah lingkungan. Hasil karya berupa kain ecoprint dipamerkan dalam pameran dan market day, menjadi bukti kepedulian siswa terhadap lingkungan.
  • Kelas VIII mengusung tema Keanekaragaman Budaya Nusantara. Para siswa dikenalkan pada permainan tradisional, tarian daerah, hingga panganan khas Nusantara. Lomba Kaulinan Barudak, Tari Tradisional, dan Panganan Nusantara menjadi sorotan, termasuk penampilan tari Jaipongan yang memukau penonton.
  • Kelas IX fokus pada Kemandirian dan Bisnis. Mereka mendapat pembekalan dari perusahaan kerudung Rabbani, Maxim, hingga SPPG terkait program Makan Bergizi Gratis. Siswa juga melakukan kunjungan industri ke Pabrik Mochi Lampion, mempelajari proses produksi hingga strategi pemasaran, lalu mempresentasikan hasil observasi sebagai bagian dari penilaian.

Menumbuhkan Karakter Panca Waluya

Supriadi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah dalam menumbuhkan karakter panca waluya: cageur, bageur, bener, pinter, singer. “Harapannya, Pekan Proyek Kokurikuler ini bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi jalan perubahan. Siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki empati tinggi,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Yayah, menuturkan bahwa seluruh rangkaian acara disusun secara kolaboratif oleh guru dan panitia dengan melibatkan berbagai mata pelajaran—mulai literasi, numerasi, seni, olahraga, hingga agama. “Peran orang tua dan komite sekolah sangat luar biasa. Mereka hadir mendampingi siswa selama lomba, latihan, kunjungan industri, sampai market day,” ujarnya.

Halaman: 1 2

Read Entire Article
Information | Sukabumi |