
SUKABUMI – Transformasi pembelajaran digital mulai digenjot hingga ke ruang-ruang kelas SMP di Kabupaten Sukabumi. Tak sekadar dibekali kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, puluhan guru dari tiga sekolah penerima BOS Kinerja didorong mampu menciptakan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) berbasis kecerdasan buatan (AI).
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) BOS Kinerja Gugus 11 Rayon Sukaraja yang dibuka pada Kamis (3/9/2026) di SMPN 2 Gegerbitung.
Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari tiga sekolah penerima BOS Kinerja, yakni SMPN 2 Gegerbitung, SMP PGRI Bencoy, dan SMPN 1 Sukalarang.
Pembukaan Bimtek dilakukan oleh Kasi Kesiswaan dan Manajemen SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah. Dalam kesempatan tersebut, Devi sekaligus membuka rangkaian Bimtek Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari pemanfaatan program BOS Kinerja.
Devi menegaskan, digitalisasi pembelajaran tidak boleh berhenti pada penggunaan perangkat teknologi. Lebih dari itu, teknologi harus mampu membawa perubahan terhadap proses belajar mengajar agar semakin efektif, inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
“Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu menjadi sarana untuk mengalirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan murid,” ujar Devi.
Bimtek BOS Kinerja Gugus 11 dirancang dalam tiga agenda utama yang berlangsung selama tiga hari. Pada Kamis (3/9/2026), peserta mengikuti Bimtek Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 2 Gegerbitung. Kegiatan menghadirkan Bambang Tricahyono, Pranata Komputer Ahli Pertama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, sebagai narasumber.
Selanjutnya, pada Jumat (4/9/2026), peserta mengikuti Bimtek Literasi dan Numerasi yang dilaksanakan di SMP PGRI Bencoy.Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada Sabtu (5/9/2026) melalui Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SMPN 1 Sukalarang.
Bambang Tricahyono mengatakan, Bimtek Digitalisasi Pembelajaran merupakan bagian dari rangkaian pemanfaatan BOS Kinerja yang diterima sekolah.
Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar mengenalkan perangkat digital kepada guru, tetapi memastikan terjadi perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.
Guru didorong mampu memanfaatkan berbagai perangkat digital yang tersedia di sekolah, salah satunya Papan Interaktif Digital (PID).
“Harapannya semua guru dalam pembelajaran sudah memanfaatkan PID ini,” kata Bambang.
Dalam Bimtek tersebut, para guru diperkenalkan dengan berbagai fitur pada PID. Peserta tidak hanya belajar mengoperasikan perangkat, tetapi juga diajak menggali ide dan inovasi agar teknologi tersebut dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar.
Bambang berharap, pemanfaatan PID nantinya tidak membuat pembelajaran menjadi sekadar lebih modern secara tampilan. Teknologi harus benar-benar membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi murid.
Salah satu target utama Bimtek Digitalisasi Pembelajaran adalah guru mampu menghasilkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) secara mandiri.
Untuk mendukung hal tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), khususnya melalui Canva AI. Pemanfaatan Canva AI tersebut dapat dilakukan dengan akun belajar.id yang telah dimiliki para guru.
“Guru-guru diharapkan sudah bisa membuat produk MPI sendiri dengan memanfaatkan AI, dalam hal ini Canva AI,” jelas Bambang.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu output penting dari kegiatan Bimtek. Guru tidak hanya memahami fungsi perangkat digital, tetapi juga mampu menghasilkan produk pembelajaran yang dapat digunakan langsung di kelas.
Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dari para guru. Mereka tidak lagi hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan murid.
Bambang menambahkan, transformasi digital di lingkungan sekolah tidak boleh berhenti setelah Bimtek berakhir. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh guru selama kegiatan diharapkan diterapkan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
“Harapannya ada inspirasi atau inovasi yang keluar dari para guru untuk memanfaatkan PID ini pada saat sudah digunakan dalam pembelajaran,” ujarnya.
Melalui Bimtek BOS Kinerja tersebut, sekolah diharapkan semakin siap menghadapi perubahan pembelajaran di era digital. Pemanfaatan teknologi pun diharapkan bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar murid di Kabupaten Sukabumi. (wdy)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)

