Om Zein Sebut Pembangunan Jalur Lingkar Barat Purwakarta Akan Dilanjutkan, Penghubung 4 Wilayah 

1 day ago 8

PURWAKARTA – Pembangunan ruas jalan/ jalur Lingkar Barat Purwakarta, Jawa Barat, saat ini sedang dirancang kelanjutannya. Diperkirakan pada tahun 2026 mendatang akan segera terealisasi, demikian dikatakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Lebih lanjut Om Zein -sapaan akrab Bupati Purwakarta- menjelaskan, bahwa Jalur Lingkar Barat ini memiliki sejarah panjang membuka aksesibilitas, dan meningkatkan perekonomian di wilayah  Purwakarta, khususnya di Kecamatan Sukasari.

Meskipun,menghadapi tantangan terkait keterbatasan infrastruktur (jalan) darat, sehingga sebelumnya beberapa wilayah sempat mengalami isolasi, salah satunya di Kecamatan Sukasari. Warga setempat mengalami terisolasi.

Bahkan, lebih dari 50 tahun lalu, warga di wilayah ujung barat seberang Waduk Jatiluhur hanya bisa beraktivitas melalui jalur air dengan menyeberangi danau. Kondisi ini disebabkan sebagian besar wilayah Sukasari merupakan hutan belantara, sehingga perahu menjadi andalan transportasi masyarakat, papar Om Zein.

Sedangkan pembangunan Jalur Lingkar Barat baru dimulai pada tahun 2013, saat itu Kang Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Jalur sepanjang 57 kilometer (km) ini membentang dari Kecamatan Babakan Cikao, Jatiluhur, Sukasari, hingga Kecamatan Maniis.

Diakui Om Zein, pembangunan jalur ini tidaklah mudah, mengingat lokasinya yang berada di wilayah hutan belantara dengan kontur bebatuan terjal. Jalur Lingkar Barat baru dapat dirampungkan pada tahun 2017 lalu.

Sejak itu, Lingkar Barat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Sukasari. Ekonomi kreatif tumbuh pesat, dan tidak lagi dicap sebagai Kecamatan terisolasi. Selain itu, jalur ini juga berfungsi sebagai ruas jalan alternatif penghubung antara Purwakarta dengan 4 wilayah lainnya, yaitu, Cianjur, Bogor, Karawang dan Bekasi, tutur Om Zein.

Om Zein pun berencana memfokuskan untuk melanjutkan pekerjaan rumah yang belum rampung ini. “Salah satu fokus kerja kami adalah pembenahan infrastruktur, termasuk diantaranya penataan Jalur Lingkar Barat,” ujar Om Zein dikutip laman Simedkom, Kamis (28/8/2025).

Namun begitu, kata dia, bahwa kelanjutan pembangunan Jalur Lingkar Barat membutuhkan anggaran besar, karena itu pengerjaan jalur penghubung ini direncanakan pada 2026 mendatang.

“Nanti kita lanjutkan pembangunannya, sehingga akses darat ini bisa tersambung ke Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi, juga menjelaskan saat ini pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten  Purwakarta.

Pihaknya, kata Didi, sedang merancang Detail Engineering Design (DED) untuk melanjutkan kembalipembangunan Jalur Lingkar Barat. Proses pembangunannya masih tersisa 15 km lagi termasuk dua jembatan.

“Di 2026, kami telah merancang lanjutan pembangunannya. Karena ada beberapa jalur baru yang akan dibuka diantaranya jalur lingkar Paranggombong,” kata Didi.

Ditambahkan Didi, mengenai kebutuhan dana pembangunan Jalur Lingkar Barat ini, kurang lebih Rp30 miliar. Terkait itu, pihaknya pun telah mengusulkan alokasi anggaran bantuan keuangan provinsi (Bankeuprov) Jabar.

Menurut Didi, Jalur Lingkar Barat ini kurang mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir ini, karena keterbatasan anggaran. Tapi pihaknya optimistis pada tahun 2026 mendatang, jalur alternatif tersebut akan mendapat sentuhan perbaikan.

“Jalur Lingkar Barat ini, kedepan akan terhubung dengan ruas poros Sangga Buana yang terbentang dari Loji di Karawang hingga ke Bogor,” ungkapnya. (Ron/*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |