PANGANDARAN – Sebagaimana diketahui sebelumnya, pembangunan jalan dan jembatan Sodongkopo yang berada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), sempat tertunda alias mangkrak setahun lebih.
Kini, dikepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulayadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah mengalokasikan/ gelontorkan dana puluhan miliar rupiah, untuk kelanjutan pembangunan jalan dan jembatan Sodongkopo (tahap ke-2).
Namun belum ada informasi lebih lanjut soal sejauhmana progres pengerjaannya. Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Penaatan Ruang (BMPR) Jabar, melalui Kepala UPTD BMPR pada Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V, Kustoyo, juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)pembangunan jalan dan jembatan Sodongkopo, tahap 1 dan 2 ini, dinilai sulit dikonfirmasi/ tak respon
Beberapa kali dihubungi melalui nomor telepon seluler (anonim-red), untuk minta konfirmasi disampaikan kepada Kustoyo, namun hingga saat ini tidak ada respon dari pengguna nomor tersebut.
Seperti diketahui, jembatan Sodongkopo tersebut merupakan akses utama bagi warga setempat maupun wisatawan, karena keberadaan jembatan tersebut akan menghubungkan dua Desa, yakni Desa Batukaras dan Desa Kondangjajar (Bandara Nusawiru), Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Jabar.
Menurut Mukarom, Kepala Desa (Kades) Kondangjajar atau disingkat Kojar, saat ini pelengkung jembatan Sodongkopo sudah terpasang/tersambung. Informasi, panjang pelengkung jembatan mencapai 140 meter.
“Ya, pelengkung jembatan (Sodongkopo) sudah nyambung,” ucap Mukarom, melalui telepon selulernya kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas kelanjutan proyek jembatan Sodongkopo tersebut. “Bagi masyarakat, terutama masyarakat Kojar, tentu sangat senang. Karena disamping dapat mempersingkat waktu tempuh antara Kojar dengan Batukaras, juga jaraknya semakin dekat,” tuturnya.
“Yang lebih penting dapat memperlancar perekonomian dan jalur wisata,” ucap Mukarom, menambahkan.
Informasi lainnya, jembatan Sodongkopo tersebut nantinya akan memiliki dua jalur, satu untuk lalu lintas kendaraan dan untuk pejalan kaki. Bahkan, setelah pelengkung jembatan terpasang dengan sempurna, selanjutnya akan dilakukan proses pemasangan hanger atau alat untuk menggantung bottom chord.
Berdasarkan informasi papan nama atau plang proyek,bahwa pembangunan jalan dan jembatan Sodongkopo tahap ke-2 ini dibiayai dari APBD Jabar tahun anggaran 2025, senilai Rp55,4 miliar. Sedangkan pada tahap pertama proyek ini menelan dana (APBD Jabar) hingga Rp74 miliar.
Pada tahap ke-2 ini, pembangunan jalan dan jembatan Sodongkopo dilaksanakan oleh pihak PT. Putra Borneo Sakti, dan Konsultan Pengawas dari PT. Lima Pilar Persada dan PT. Puri Dimensi (KSO). Dengan masa pelaksanaan, yakni selama 255 hari (kalender) yang dimulai sejak 25 Apri 2025. (Ron)