Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, Sosok Perempuan yang Baru Dilantik Jadi Staf Khusus Kemhan

1 month ago 32

Fimela.com, Jakarta Kementerian Pertahanan Republik Indonesia baru saja memperkenalkan sejumlah tokoh penting yang akan mengisi posisi staf khusus. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, seorang perempuan yang telah lama berkiprah di dunia teknologi informasi. Pengangkatannya ini menandakan semakin banyaknya profesional dari sektor strategis yang dipercaya untuk berkontribusi dalam pertahanan nasional.

Di dunia teknologi, Sylvia bukanlah nama yang asing. Dengan dedikasinya selama lebih dari dua dekade, ia telah menjadi salah satu pelopor dalam industri internet di Indonesia dan memegang berbagai posisi penting di organisasi teknologi nasional. Keahliannya dalam digital dan komunikasi telah membawanya ke posisi baru di Kementerian Pertahanan, yang semakin menegaskan perannya dalam keamanan dan pengembangan teknologi di Indonesia.

Jadi, siapakah sebenarnya Sylvia Efi Widyantari Sumarlin? Bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya menjadi staf khusus di Kementerian Pertahanan? Berikut adalah ulasan mengenai sosok inspiratif ini, dirangkum oleh Fimela.com, Selasa (11/2).

YouTuber Deddy Corbuzier menerima pangkat Letnan Kolonel Tituler Angkatan Darat (AD) yang diserahkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Sosok Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, dari Dunia Teknologi ke Kemhan

Dikutip dari kemhan.go.id, Sylvia Efi Widyantari Sumarlin lahir di Jakarta pada 19 November 1963. Sejak usia muda, Sylvia sudah menunjukkan minat besar terhadap dunia teknologi. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan formal dalam ilmu komputer, ia berhasil mencapai berbagai prestasi di sektor teknologi informasi, menjadikannya sosok yang diperhitungkan dalam dunia bisnis dan pemerintahan.

Sylvia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Ekonomi di Syracuse University, Amerika Serikat, sebelum melanjutkan studi S2 di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi di universitas yang sama. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Sylvia mampu menggabungkan keahlian ekonomi dan teknologi untuk mengembangkan berbagai inovasi digital yang mengesankan.

Sejak tahun 1995, Sylvia bersama suaminya, Rudy Hari, memulai bisnis di bidang internet dengan mendirikan PT Dyviacom Intrabumi (D-Net), yang kemudian menjadi salah satu penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1999, ia juga mendirikan PT Dama Persada, sebuah perusahaan riset dan pengembangan teknologi yang masih dipimpinnya hingga saat ini.

Kontribusi Sylvia Sumarlin dalam Dunia Teknologi

Sebagai pionir di ranah teknologi, Sylvia dikenal sebagai salah satu perempuan yang gigih memperjuangkan kemajuan internet di Indonesia. Sejak tahun 1996, ia telah terlibat dalam berbagai program edukasi teknologi, termasuk memberikan pelatihan internet kepada para guru dan membimbing masyarakat di daerah terpencil untuk mendapatkan akses internet dengan biaya yang terjangkau.

Tidak hanya berperan di sektor bisnis, Sylvia juga memegang peran strategis dalam organisasi teknologi nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) selama periode 2006 hingga 2009. Dalam perannya tersebut, ia berhasil menggagalkan rencana pemerintah yang ingin menerapkan pajak penghasilan tambahan bagi pengusaha internet, yang dapat membebani industri digital di tanah air.

Lebih dari itu, Sylvia juga aktif dalam diskusi regulasi teknologi, termasuk membantu dalam penyusunan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kontribusinya dalam mengembangkan regulasi digital semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin terdepan di industri teknologi nasional.

Peran Baru di Kementerian Pertahanan

Dengan pengalaman panjang di sektor teknologi, pengangkatan Sylvia sebagai Staf Khusus Kementerian Pertahanan bukanlah hal yang mengejutkan. Keahliannya dalam bidang komunikasi dan teknologi digital sangat relevan dengan kebutuhan pertahanan modern, di mana aspek keamanan siber menjadi salah satu perhatian utama.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam unggahannya menyebutkan bahwa pengangkatan staf khusus ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis dalam menjaga kedaulatan negara. Selain Sylvia, ada beberapa nama lain yang juga diangkat dalam posisi yang sama, termasuk Deddy Corbuzier, Kris Wijoyo Soepandji, Lenis Kogoya, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, dan Indra Bagus Irawan.

Dengan masuknya Sylvia dalam jajaran staf khusus, diharapkan akan ada inovasi baru dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung sistem pertahanan nasional. Kemampuannya dalam membangun infrastruktur digital serta keterlibatannya dalam berbagai organisasi strategis diyakini dapat membawa dampak positif bagi penguatan pertahanan Indonesia.

"Dengan amanah baru ini, diharapkan lahir inovasi serta kebijakan yang semakin memperkokoh pertahanan nasional demi masa depan Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat," dikutip dari ANTARA.

Penghargaan dan Prestasi Sylvia Sumarlin

Sepanjang karier gemilangnya, Sylvia telah mengumpulkan berbagai penghargaan prestisius di bidang teknologi. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah ketika ia meraih Asia Pacific Communication Technology Award (APICTA) pada tahun 2008. Selain itu, perannya sebagai Direktur Regional WIMAX FORUM Indonesia menegaskan pengaruhnya di kancah internasional.

Tak hanya diakui atas kontribusinya di dunia digital, Sylvia juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap budaya. Ia aktif dalam melestarikan kesenian tradisional seperti tari Jawa dan ketoprak. Dedikasinya ini membuktikan bahwa meskipun berkiprah di dunia teknologi, kecintaannya terhadap seni dan budaya tetap terjaga dengan baik.

Pertanyaan dan Jawaban Tentang Sylvia Efi Widyantari Sumarlin

1. Siapakah Sylvia Efi Widyantari Sumarlin?

Sylvia Sumarlin adalah seorang profesional di bidang teknologi yang kini menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Pertahanan.

2. Apa saja kontribusi Sylvia Sumarlin di dunia teknologi?

Ia dikenal sebagai pelopor ISP di Indonesia, Ketua Umum APJII, serta penggagas regulasi terkait teknologi informasi.

3. Apa peran Sylvia Sumarlin di Kementerian Pertahanan?

Ia dipercaya membantu strategi pertahanan digital dan keamanan siber di Indonesia.

4. Apa penghargaan yang pernah diraih Sylvia Sumarlin?

Salah satunya adalah Asia Pacific Communication Technology Award (APICTA) 2008.

5. Bagaimana latar belakang pendidikan Sylvia Sumarlin?

Ia memiliki gelar S1 dan S2 di bidang Ekonomi dan Hubungan Internasional dari Syracuse University, Amerika Serikat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Ricka Milla Suatin
Read Entire Article
Information | Sukabumi |