Fimela.com, Jakarta Setelah Lebaran, perjalanan arus balik sering kali menjadi tantangan, terutama bagi orang tua yang memiliki balita. Kemacetan yang berkepanjangan, perubahan pada jadwal tidur, serta cuaca yang tidak menentu dapat membuat anak menjadi rewel dan cepat lelah saat dalam perjalanan. Jika persiapan tidak dilakukan dengan baik, perjalanan bisa menjadi tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua.
Orang tua sebaiknya memperhatikan pola makan dan waktu tidur anak sebelum berangkat agar daya tahan tubuh tetap optimal. Hal ini penting karena kurang tidur atau gangguan pada waktu tidur dapat mengurangi imunitas anak, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit.
Untuk memastikan perjalanan arus balik tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua. fimela.com merangkum dari berbagai sumber pada Rabu (2/4/2025), berikut adalah tips lengkap yang dapat membantu agar anak tetap merasa nyaman selama perjalanan.
Jika kebetulan melintas di jalur perbatasan Banyuwangi-Jember, Jawa Timur. Ada sebuah rest area di pinggir jalur mudik Gunung Gumitir yang mungkin cocok untuk beristirahat. Terdapat beberapa wahana secara gratis dan yang paling menarik adalah menikma...
1. Pastikan Balita Sehat dan Kebutuhannya Terpenuhi
Sebelum melakukan perjalanan, penting untuk memastikan bahwa balita dalam keadaan sehat. Jika ada riwayat penyakit tertentu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Apabila balita menunjukkan tanda-tanda kurang sehat, sebaiknya jangan ragu untuk menunda perjalanan demi keselamatannya. Selain itu, persiapkan perlengkapan medis seperti kotak P3K yang harus berisi obat-obatan dasar, misalnya paracetamol, obat diare, dan salep antiseptik.
Perlengkapan untuk balita juga harus disiapkan dengan cermat. Bawalah popok, baju ganti, selimut, handuk, serta tisu basah dan kering, dan jangan lupa untuk menyediakan makanan dan minuman yang cukup. Selain itu, penting untuk memeriksa kendaraan sebelum berangkat. Pastikan semua komponen kendaraan berfungsi dengan baik, termasuk ban, oli, dan lampu. Jika menggunakan mobil pribadi, pastikan car seat terpasang dengan benar untuk menjamin keselamatan balita.
Sebaiknya barang bawaan anak dibagi menjadi dua tas:
- Tas kecil untuk barang yang sering digunakan, seperti popok, tisu basah, botol susu, makanan ringan, baju ganti, dan mainan favorit.
- Tas besar untuk barang cadangan, seperti pakaian tambahan, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan selimut.
Pastikan juga untuk membawa kotak P3K yang berisi termometer, plester luka, obat demam, serta perlengkapan medis lainnya jika diperlukan.
2. Rencanakan Rute dan Titik Istirahat
Persiapkan rute perjalanan dengan baik dan identifikasi lokasi-lokasi istirahat yang nyaman bagi balita. Pilihlah rest area yang dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih serta area bermain untuk anak-anak. Hal ini sangat penting agar balita dapat bergerak dan bermain sejenak, sehingga tidak merasa jenuh selama perjalanan. Selain itu, perkirakan waktu tempuh perjalanan agar tidak terlalu melelahkan bagi seluruh anggota keluarga.
Selama perjalanan, penting untuk menjaga kenyamanan balita dengan memberikan ASI atau susu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, siapkan juga makanan ringan dan minuman sehat untuk menjaga energi. Ajaklah balita bermain atau bernyanyi untuk mengurangi rasa bosan yang mungkin muncul. Jika balita mulai mengantuk, berikan kesempatan baginya untuk tidur dengan nyaman di dalam kendaraan.
3. Pastikan Anak Mendapat Asupan Nutrisi yang Cukup
Perjalanan jauh bisa membuat anak lebih cepat lapar dan haus. Oleh karena itu, pastikan untuk membawa bekal makanan sehat dan camilan favorit anak. Menurut Kompas, buah-buahan yang tahan lama, roti, biskuit, serta makanan dengan kandungan protein tinggi sangat disarankan untuk menjaga energi anak selama perjalanan.
Jika anak masih menyusui, ibu disarankan untuk menyusui saat pesawat lepas landas atau mendarat guna mengurangi tekanan di telinga akibat perubahan ketinggian. Sementara untuk perjalanan darat, bawa termos kecil berisi air hangat agar memudahkan penyajian susu atau makanan bayi.
4. Berhenti Secara Berkala
Melakukan pemberhentian di titik istirahat secara rutin sangatlah krusial. Hal ini memberikan kesempatan bagi anak kecil untuk bergerak, beristirahat, dan makan dengan nyaman.
Hindari memaksakan perjalanan jika anak tampak lelah atau rewel. Penting juga untuk menjaga kebersihan dengan mengganti popok secara teratur serta membersihkan tangan anak setelah mereka makan.
5. Ciptakan Suasana Nyaman di Kendaraan
Rasa bosan selama perjalanan dapat membuat anak menjadi rewel. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan suasana yang nyaman di dalam kendaraan. Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi:
- Membawa mainan favorit anak untuk mengalihkan perhatian saat mulai bosan.
- Memutar musik anak-anak atau cerita audio agar perjalanan terasa lebih menyenangkan.
- Menggunakan bantal dan selimut agar anak bisa tidur lebih nyaman.
Jika anak terbiasa menggunakan car seat, pastikan car seat dipasang dengan benar di kursi belakang untuk keamanan optimal.
6. Jaga Kebersihan dan Kesehatan Anak Selama Perjalanan
Perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko anak terkena penyakit, terutama jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Berikut adalah beberapa tips dari Alodokter untuk memastikan anak tetap sehat selama arus balik:
- Rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan.
- Menghindari makanan yang kurang higienis untuk mencegah gangguan pencernaan.
- Memastikan anak cukup minum air putih agar tetap terhidrasi dan tidak mudah lelah.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak enak badan, seperti demam atau muntah, segera cari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tips Tambahan untuk Perjalanan Arus Balik
Perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko anak terkena penyakit, terutama jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Berikut adalah beberapa tips dari Alodokter untuk memastikan anak tetap sehat selama arus balik:
Rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan.Menghindari makanan yang kurang higienis untuk mencegah gangguan pencernaan.Memastikan anak cukup minum air putih agar tetap terhidrasi dan tidak mudah lelah.Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak enak badan, seperti demam atau muntah, segera cari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Pertanyaan Umum
Apa yang harus dilakukan jika balita sakit sebelum perjalanan?
Jika balita sakit, sebaiknya tunda perjalanan dan konsultasikan dengan dokter.
Perlengkapan medis apa saja yang perlu dibawa saat perjalanan?
Bawa kotak P3K yang berisi paracetamol, obat diare, salep antiseptik, dan obat-obatan lain yang diperlukan.
Bagaimana cara menjaga kenyamanan balita selama perjalanan?
Berikan makanan dan minuman yang sehat, ajak bermain, dan biarkan tidur jika mengantuk.
Apakah perlu berhenti secara berkala selama perjalanan?
Ya, berhenti secara berkala penting untuk memberi kesempatan balita bergerak dan beristirahat.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.