Tekankan Pentingnya Pendidikan Lingkungan Sejak Dini, Sosialisasi Restoe Boemi Hadir untuk Pendidik PAUD Sukabumi

1 day ago 8

SUKABUMI — Upaya mencetak generasi peduli lingkungan terus digelorakan di Kota Sukabumi. Hal ini terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Restoe Boemi bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD se-Kota Sukabumi yang digelar pada Rabu, (27/5/ 2025), di ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bidang I TP-PKK sekaligus Ketua Restoe Boemi Kota Sukabumi, Kia Florita, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Sukabumi. Turut hadir Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Hasan Asari, Kabid PAUD dan Dikmas, serta Kabid Kepemudaan Disporapar. Kehadiran para tokoh tersebut menandai komitmen bersama dalam mendorong pendidikan lingkungan sejak usia dini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Hasan Asari menekankan bahwa anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan dan kepedulian lingkungan sejak kecil akan membentuk karakter generasi yang bertanggung jawab.

“Anak usia dini adalah fondasi masa depan kita. Jika sejak kecil mereka terbiasa menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab. Pendidikan lingkungan hidup harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pesan ini disambut positif oleh para pendidik d yang hadir, mengingat mereka berperan langsung dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak di masa emas pertumbuhan.

Sementara itu, Kia Florita menegaskan apresiasinya terhadap dedikasi para pendidik PAUD di Kota Sukabumi. Menurutnya, peran guru sangat strategis dalam menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

“Restoe Boemi hadir sebagai gerakan bersama untuk mengatasi persoalan sampah dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin mengajak semua pihak, termasuk guru PAUD, agar anak-anak dibiasakan memilah sampah dan menjaga kebersihan sejak dini,” ungkap Kia.

Ia menjelaskan bahwa Restoe Boemi tidak hanya berfokus pada kegiatan sosialisasi, melainkan juga menggerakkan aksi nyata dengan melibatkan berbagai kalangan. Gerakan ini menjadi wadah kolaborasi antara komunitas pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat yang memiliki komitmen dalam pengendalian sampah di Kota Sukabumi.

Melalui sosialisasi ini, Restoe Boemi mendorong penerapan metode outdoor learning, kegiatan operasi semut, hingga pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Konsep tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan anak-anak tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.

“Harapannya, anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungannya, memahami proses pengolahan sampah, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial,” tambah Kia Florita.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Bahkan, sejumlah pendidik PAUD mengaku siap mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, baik melalui permainan edukatif maupun praktik sederhana di sekolah.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para peserta, pemateri, dan jajaran pejabat yang hadir. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, tantangan, serta ide-ide baru untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan generasi emas 2045 yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.(wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |