SUKABUMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kelompok 64 KKN Nusa Putra menggelar Seminar Kewirausahaan dan Teknologi yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pemuda karang taruna, hingga ibu-ibu PKK di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (15/7/2025).
Kegiatan ini mengusung tema besar “Penguatan Kapasitas Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi Bisnis dan Digitalisasi” dengan tujuan meningkatkan wawasan masyarakat desa dalam mengelola usaha serta memanfaatkan teknologi digital marketing di era modern.
“Acara ini kami rancang agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, bisa memahami pentingnya manajemen usaha sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Dengan begitu, produk lokal Desa Pangkalan bisa lebih dikenal luas,” ujar salah satu panitia pelaksana KKN, di sela kegiatan.
Dalam sesi pertama, M. Fandyaz Kusdiana, mahasiswa NPU yang menjadi narasumber, membawakan materi bertajuk “Memulai Bisnis dari Nol”. Ia menekankan pentingnya keberanian dan konsistensi dalam membangun usaha.
“Banyak UMKM gagal bukan karena kekurangan modal, tetapi karena tidak konsisten. Konsistensi adalah kunci agar usaha bisa terus tumbuh dan bertahan di tengah persaingan,” jelas Fandyaz di hadapan peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Muhammad Zaky Drajat yang mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi Digital Marketing Berbasis AI dan Media Sosial untuk Membantu UMKM di Indonesia”. Dalam paparannya, Zaky menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk menganalisis tren pasar, menghasilkan ide konten pemasaran, hingga menentukan strategi promosi yang lebih tepat sasaran.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. UMKM harus mulai beradaptasi dengan teknologi agar mampu bersaing, bahkan menembus pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Seminar ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Pangkalan. Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari cara mengoptimalkan media sosial untuk memasarkan produk lokal hingga strategi pemanfaatan AI dalam pengelolaan usaha.
Salah seorang peserta, pelaku usaha kecil di bidang kuliner, mengaku mendapatkan wawasan baru setelah mengikuti kegiatan ini.
“Saya jadi paham cara memasarkan produk melalui media sosial dengan lebih efektif. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, karena benar-benar bermanfaat bagi kami pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Tidak hanya masyarakat, aparat desa pun turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Nusa Putra. Menurut mereka, program ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN NPU berharap agar UMKM di Desa Pangkalan mampu lebih adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Ilmu yang kami bagikan semoga bisa diaplikasikan langsung oleh masyarakat, sehingga manfaatnya terasa nyata. KKN bukan hanya soal pengabdian, tapi juga tentang memberi bekal agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi,” tutup salah satu mahasiswa KKN.(wdy)