Daftar 76 Nama Paskibraka Nasional 2025, Putra-Putri Terbaik Siap Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI

1 week ago 32

Fimela.com, Jakarta Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, satu momen yang selalu dinanti adalah hadirnya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara. Tahun ini, sebanyak 76 pelajar terpilih dari 38 provinsi resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Nasional 2025. Mereka adalah wajah-wajah muda penuh semangat yang siap menjalankan tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Bagi generasi muda, menjadi Paskibraka Nasional bukan hanya soal baris-berbaris. Lebih dari itu, mereka adalah simbol persatuan bangsa. Proses seleksi yang begitu ketat memastikan bahwa hanya individu dengan fisik prima, mental tangguh, serta wawasan kebangsaan mendalam yang berhak berdiri di barisan tersebut.

Dari Aceh hingga Papua, Jejak Semangat yang Menyatu

Melansir dari Liputan6.com, diketahui setiap provinsi mengirimkan dua wakil terbaiknya, baik putra maupun putri. Nama-nama mereka kini tercatat dalam sejarah sebagai generasi penerus yang dipercaya menjaga kehormatan bangsa di hadapan Presiden dan seluruh rakyat Indonesia. Mulai dari Muhammad Ridho (SMAN Modal Bangsa, Aceh) hingga Friyella Msiren (SMA YPK 2 Biak, Papua), deretan siswa ini menjadi cermin keberagaman Indonesia yang bersatu dalam satu misi: Merah Putih tetap berkibar gagah di langit Jakarta.

Adapun, daftar lengkap nama Paskibraka Nasional 2025 sebagai berikut:

Aceh

  • Muhammad Ridho (SMAN Modal Bangsa)
  • Nathania Putri Diwansyah (SMAN 1 Banda Aceh)

Sumatra Utara

  • Adinata Kurniawan Harahap (SMA Adzkia Medan)
  • Kristine Andeska Br. Ginting (SMAN 1 Pancur Batu)

Sumatra Barat

  • Habib Burhan (SMAN 1 Pancung Soal)
  • Lulu Athul Fuadah (SMAN 1 Sitiung)

Riau

  • Rafael Varindra (SMAN 8 Pekanbaru)
  • Alya Zahra Khalisah (SMAN 1 Bangkinang)

Jambi

  • Frans Sokhi Lase (SMAN 1 Kota Jambi)
  • Nindya Eltsani Fawwaz (SMAN 2 Kota Sungai Penuh)

Sumatra Selatan

  • Ahmad Noval Al Farizi (SMA Taruna Tunas Bangsa)
  • Putu Elysa Boniarta (SMA Kusuma Bangsa)

Bengkulu

  • Rizqullah Naufal Habibie (SMAN 1 Bengkulu Utara)
  • Khanza Nabilla Putri (SMAN 7 Kota Bengkulu)

Lampung

  • Muhammad Ghaalib Al Ghifari (SMAN Kebangsaan Lampung Selatan)
  • Ni Made Ira Puspa Nandini (SMAN 1 Seputih Mataram)

Kepulauan Bangka Belitung

  • Muhammad Aditya Kenzo Nugraha Alfaiz (MAS Terpadu Bina Insan Cendikia)
  • Fitri Atiqah Mahya (SMA 2 Tanjungpandan)

Kepulauan Riau

  • Bagas Yudha Pratama (SMAN 4 Karimun)
  • Thifaal Maahirah Atika (SMAN 1 Tanjungpinang)

DKI Jakarta

  • Farrel Argantha Irawan (Sekolah Highscope Indonesia)
  • Sultana Najwa (SMAN 82 Jakarta)

Jawa Barat

  • Andi Java Ibnu Hajar Sinjaya (SMA Presiden)
  • Kyla Princessa (SMA Labschool Cibubur)

Jawa Tengah

  • Muhammad Rasya Alfarelhudy (SMAN 1 Wirosari Grobogan)
  • Anindya Putri Aprilia (SMAN 3 Salatiga)

DI Yogyakarta

  • Faishal Ahmad Kurniawan (SMAN 1 Pundong)
  • Naura Aullia Putri Darmawan (SMAN 4 Yogyakarta)

Jawa Timur

  • Arka Bintang Is'adkauthar (SMA Al Hikmah Surabaya)
  • Kayla Zahra Tastaftian Elfirin (SMAN 1 Giri Taruna Bangsa)

Banten

  • Affan Zahwan Ramadhan (SMA Islam Nurul Fikri)
  • Daniella Shia Caely (SMA Tarakanita Gading Serpong)

Bali

  • I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana (SMAN 9 Denpasar)
  • Ni Putu Anindya Permata Wardana (SMAN 7 Denpasar)

Nusa Tenggara Barat

  • Arafat Abdullah Hanif (AMMAN Academy)
  • Mutia Yuningsih (SMAN 3 Sumbawa Besar)

Nusa Tenggara Timur

  • Paulus Gregorius Afrizal (SMAK Frateran Maumere)
  • Merlin Anggareni Mausali (SMAN 1 Kalabahi Alor)

Kalimantan Barat

  • Gregorius Marhico (SMAN 1 Putussibau)
  • Chelsea Olivia (SMKN 1 Sambas)

Kalimantan Tengah

  • Angga Nugraha Za'ahir (SMAN 1 Muara Teweh)
  • May Wulandari (SMAN 1 Tamiang)

Kalimantan Selatan

  • Dimas Budiman (SMAN 4 Banjarbaru)
  • Alvina Dhiya Kamila Faradisa (SMAN 1 Rantau)

Kalimantan Timur

  • El-Rayyi Mujahid Faqih (SMK Kehutanan Negeri Samarinda)
  • Putri Nur Azizah (SMK Putra Bangsa Kota Bontang)

Kalimantan Utara

  • Nabil El Zahr (SMA Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung)
  • Tabella Ismayati Assa (SMKN 1 Tarakan)

Gorontalo

  • Rahmat Hidayat (SMAN 1 Wonosari)
  • Armelya Indira Zahra Habibie (MAN 1 Kota Gorontalo)

Sulawesi Utara

  • Firji Beeg (SMAN 1 Kotabunan)
  • Bianca Alessia Christabella Lantang (SMA Lentera Harapan Tomohon)

Sulawesi Tengah

  • Riswan Komian (SMAN 1 Banggai Laut)
  • Anggita Damayanti (SMAN Model Terpadu Madani Palu)

Sulawesi Barat

  • Hilton Pratama Mantong (SMAN 1 Mamuju)
  • Zalfa Naqiyya (SMAN 1 Tinambung)

Sulawesi Tenggara

  • Muhammad Faiq Alimuddin (MAN 1 Kendari)
  • Waode Alika Zea Chanindya (SMAN 1 Lawa Muna Barat)

Sulawesi Selatan

  • Nadhif Infanteri Ibha (SMAN 1 Gowa)
  • Aliah Sakira (SMAN 14 Makassar)

Maluku Utara

  • M. Aqsyahiful Ikram (SMAN 3 Halmahera Barat)
  • Beatrix Missy (SMAN 4 Tidore Kepulauan)

Maluku

  • Samuel Frangki Balsala (SMA PGRI Dobo)
  • Inggid Christiani Nahak (SMAN 2 Ambon)

Papua Barat Daya

  • Frans Jemput (SMAN 4 Raja Empat)
  • Eterline Putri Wulandari Warmasen (SMAN 1 Kota Sorong)

Papua Barat

  • Hayavi Arsenal Lemauk (SMAN Kasuari Papua Barat)
  • Rhita Lovely Chantika Febiolla Ayomi (SMAN 1 Manokwari)

Papua

  • Theodorus Alfredo Wanma (SMAN 1 Sentani)
  • Friyella Msiren (SMA YPK 2 Biak)

Papua Tengah

  • Mattew Farel Jun Abetyo Sawo
  • Stince Clara Muyapa

Papua Pegunungan

  • Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage
  • Kenny Maria Eluya

Papua Selatan

  • Abraham Sarau (SMA YPK Merauke)
  • Tersisia Devota Wanggimo (SMAN 2 Merauke)

Seleksi Ketat hingga Karantina Intensif

Tradisi Paskibraka berawal dari gagasan Mayor (Laut) Husein Mutahar pada 1946, hanya setahun setelah Indonesia merdeka. Meski saat itu keterbatasan membuatnya hanya bisa memilih lima pemuda di Yogyakarta, gagasan tentang perwakilan dari seluruh daerah terus hidup hingga kini. Delapan dekade kemudian, semangat itu makin kokoh: Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, tetapi juga Duta Pancasila yang membawa pesan persatuan dan kedisiplinan ke daerah masing-masing.

Untuk sampai ke titik ini, para anggota Paskibraka melewati perjalanan panjang. Seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota, berlanjut ke provinsi, lalu puncaknya di tingkat nasional. Tidak hanya fisik dan kesehatan yang diuji, mereka juga melewati tes kedisiplinan, wawasan kebangsaan, psikotes, hingga rekam jejak digital.

Setelah terpilih, seluruh calon Paskibraka dikarantina dan digembleng di Jakarta. Di sana, mereka mendapat pelatihan intensif agar siap mengemban tanggung jawab besar pada 17 Agustus 2025 nanti.

Tugas utama mereka memang mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara. Namun, makna yang mereka bawa jauh lebih besar. Setelah menyelesaikan tugas, mereka akan pulang sebagai teladan di sekolah dan masyarakat, menyebarkan nilai Pancasila, disiplin, dan cinta tanah air.

Tahun ini, pemerintah mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Rangkaian perayaan pun lebih meriah dengan hadirnya kirab bendera dari Monas ke Istana hingga Pesta Rakyat usai upacara. Dan di tengah gemerlap perayaan, para anggota Paskibraka akan berdiri tegap, menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |