ANTUSIAS: Sejumlah warga warga Kota Sukabumi saat mendapatkan air bersih yang digelontorkan BPBD Kota Sukabumi, belum lama ini.RADARSUKABUMI.COM – Kekeringan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Hal itu, terjadi akibat menurunnya intensitas hujan membuat sumber mata air berkurang, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, BPBD terus melakukan penanganan krisis air bersih beberapa lokasi. Misalnya saja, Jalan Amubawa Sasana Babakan Bandung, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, serta Jalan Dwikora RW3, Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong.
“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, sumber mata air warga berkurang dan masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” kata Yoseph kepada Radar Sukabumi, Minggu (6/9).
Di wilayah Kelurahan Subangjaya, bantuan air bersih diberikan kepada 85 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa. BPBD bersama unsur terkait mendistribusikan sebanyak 3.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sementara warga. Sementara di Jalan Dwikora RW 03 Kelurahan Warudoyong, sebanyak 40 kepala keluarga dengan total 120 jiwa menerima bantuan air bersih. Adapun volume air yang disalurkan mencapai 2.000 liter.
“Dengan demikian, total bantuan yang didistribusikan BPBD Kota Sukabumi pada penanganan tersebut mencapai 5.000 liter air bersih untuk 125 kepala keluarga atau sekitar 540 jiwa,” ujarnya.
Yoseph menuturkan, penanganan dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari masyarakat. Petugas kemudian berkoordinasi dengan aparat kewilayahan sebelum melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak. “Upaya yang kami lakukan mulai dari menerima laporan, berkoordinasi dengan aparat setempat, kemudian mendistribusikan air bersih kepada masyarakat dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan,” paparnya.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Kota Sukabumi tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur turut terlibat di lapangan, di antaranya PMI Kota Sukabumi, Yayasan DT Peduli, serta unsur RT dan RW setempat. Yoseph memastikan, untuk sementara kebutuhan air bersih masyarakat di dua wilayah tersebut telah terpenuhi sehingga kondisi relatif aman. Meski demikian, kebutuhan air bersih tetap menjadi perhatian mengingat kondisi cuaca dan berkurangnya sumber mata air warga.
“Kebutuhan mendesak masyarakat saat ini adalah air bersih. Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai laporan serta kondisi di lapangan,” pungkasnya. (bam)









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6109337/original/054962400_1778994759-Screenshot_2026-05-17_114441.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)