Kisah Nadia Putri, Siswi SMPN 2 Kota Sukabumi yang Borong Tiga Mahkota dari Malaysia

5 hours ago 3

RADARSUKABUMI.COM – Usianya masih belia, seragam sekolah masih menjadi bagian dari kesehariannya. Namun, ketika lampu panggung menyala dan sorot mata para juri tertuju kepadanya, Nadia Putri Ramadhani menjelma menjadi sosok penuh percaya diri yang mampu membawa nama Indonesia hingga panggung internasional.

BAMBANG SURYANA, SUKABUMI

Dari Kota Sukabumi, langkah kecil Nadia justru mengantarkannya pada panggung besar Asia. Dalam ajang modeling internasional Miss Asia Pacific 2026 kategori Preteen yang digelar di Negeri Sembilan, Malaysia, pada Sabtu (22/8), Nadia sukses memborong tiga gelar sekaligus. Bukan satu, bukan pula dua. Tiga penghargaan berhasil dibawa pulang pelajar kelas VII A SMPN 2 Kota Sukabumi tersebut. Nadia meraih Best National Costume, Miss Charming Teen, dan Free-Teen Asia Pacific Princess 2026.

Prestasi itu menjadi catatan istimewa bagi Nadia. Sebab, di tengah persaingan peserta dari berbagai negara, gadis muda asal Sukabumi tersebut tidak hanya tampil untuk memperebutkan mahkota. Ia datang membawa identitas, budaya, dan kebanggaan Indonesia.

Di atas panggung, Nadia memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air melalui busana, seni tari, hingga kemampuan modeling. Setiap langkahnya di catwalk menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki generasi muda dengan talenta yang mampu bersaing di level internasional. Keanggunan busana nasional yang dikenakannya berpadu dengan keberanian saat melangkah di atas catwalk. Penampilan Nadia pun berhasil mencuri perhatian dewan juri dan peserta yang hadir dalam ajang tersebut.

Bagi Nadia, panggung internasional bukan sekadar tempat untuk mengejar mahkota. Lebih jauh dari itu, panggung tersebut menjadi ruang untuk membawa nama Indonesia agar semakin dikenal melalui seni, budaya, kreativitas, dan talenta generasi mudanya. Perjalanan menuju Malaysia pun tidak datang secara tiba-tiba. Nadia memang bukan pendatang baru dalam dunia modeling. Sebelum mengibarkan nama Indonesia di ajang Miss Asia Pacific 2026, ia terlebih dahulu mengikuti berbagai proses dan kompetisi hingga akhirnya meraih juara utama Miss Bintang Indonesia 2026 kategori Preteen.

Prestasi tersebut kemudian menjadi pintu yang membawanya melangkah lebih jauh. Nadia dipercaya oleh Yayasan Miss Bintang Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam ajang Miss Asia Pacific 2026 di Malaysia. Namun, di balik gemerlap panggung dan mahkota yang kini berada di tangannya, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat. Nadia harus melewati berbagai persiapan, mulai dari penguatan mental, kemampuan modeling, penguasaan materi kompetisi, penampilan, hingga kesiapan tampil di hadapan peserta dan juri dari berbagai negara.

Setiap latihan menjadi bagian dari perjalanan. Setiap koreksi menjadi pelajaran. Dan setiap langkah di atas panggung menjadi pembuktian bahwa keberanian untuk bermimpi harus dibarengi dengan kerja keras. Bagi kedua orang tuanya, Ucup Supriatna dan Epi Sumanti, pencapaian Nadia menjadi kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Di balik tiga gelar yang diraih sang putri, mereka melihat perjuangan panjang yang telah dilalui Nadia.

“Puji syukur kepada Allah SWT dan pihak-pihak yang telah mendukung, mendorong serta mengasah talenta anak saya hingga bisa mencapai kesuksesan dalam kariernya yang luar biasa. Ini merupakan perjuangan yang sangat luar biasa dalam meraih juara tersebut,” kata Ucup orang tua Nadia kepada Radar Sukabumi, Minggu (6/9).

Perjalanan Nadia menuju panggung internasional tidak hanya membutuhkan kemampuan. Mental yang kuat, dukungan keluarga, doa, serta dorongan dari berbagai pihak juga menjadi bagian penting yang mengantarkan Nadia hingga mampu berdiri sebagai juara. “Selain membutuhkan skill dan mental, dukungan baik moril maupun materil serta doa tentunya menjadi bagian dari perjalanan hingga ke titik juara ini,” ujarnya.

Bagi keluarga, tiga gelar tersebut bukan sekadar deretan penghargaan yang akan menghiasi lemari. Lebih dari itu, pengalaman tampil di panggung internasional menjadi bekal berharga bagi Nadia untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, berani dan mampu menghadapi tantangan.

“Setiap kompetisi memberikan pengalaman baru. Setiap panggung memberikan pelajaran. Dan setiap kemenangan menjadi pengingat bahwa prestasi besar sering kali lahir dari keberanian untuk memulai sejak usia muda. Perjalanan Nadia juga tidak berdiri sendiri. Ada peran kedua orang tua, coach, Yayasan Miss Bintang Indonesia, serta berbagai pihak yang terus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada talenta muda tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Founder Yayasan Miss Bintang Indonesia, Taufik Sanjaya menilai Nadia masih memiliki ruang yang sangat luas untuk terus berkembang. Tiga gelar yang diraihnya di Malaysia dinilai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih panjang. “Setiap pemenang akan memiliki perjalanan dan kesempatan untuk mengembangkan diri serta langkah meraih prestasi gemilang. Doa akan senantiasa menyertai untuk kemenangan kita,” ulasnya.

Prestasi Nadia pun mendapat apresiasi dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Sukabumi terhadap generasi muda yang memiliki talenta di berbagai bidang, termasuk seni dan modeling. Ayep Zaki bahkan secara langsung bertemu dengan Nadia dan para talenta muda lainnya di Balai Kota Sukabumi beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar prestasi generasi muda terus berkembang. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada juara modeling internasional. Saya sudah bertemu dengan ketiganya dan ini akan menjadi tonggak sejarah membangun ekosistem ekonomi kreatif seni model,” cetusnya.

Menurutnya, talenta muda Kota Sukabumi harus terus diberikan ruang untuk berkembang. Pemerintah, kata Ayep, akan terus memberikan motivasi sekaligus merangkul anak-anak muda agar mampu mengasah bakat dan keterampilan sesuai bidang masing-masing. “Kami memberikan motivasi dan merangkul para talenta-talenta muda Kota Sukabumi untuk terus mengasah bakat dan keterampilan di bidangnya masing-masing, meraih prestasi dan terus mengharumkan nama Kota Sukabumi,” tambahnya.

Kisah Nadia menjadi gambaran bahwa prestasi tidak selalu menunggu seseorang menjadi dewasa. Kadang, mimpi besar justru tumbuh dari hati seorang anak yang berani melangkah lebih jauh dari batas yang ia bayangkan. Dari ruang kelas SMPN 2 Kota Sukabumi menuju panggung megah di Negeri Jiran, Nadia membuktikan satu hal: usia boleh belia, tetapi mimpi tidak pernah mengenal batas. “Tiga gelar yang diraihnya menjadi bukti. Tiga mahkota itu bukan hanya milik Nadia dan keluarganya, tetapi juga menjadi kebanggaan Sukabumi dan Indonesia,” tutupnya. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |