Kompetisi Film dari Vidio, Langkah Strategis Perkenalkan Wajah Baru

1 week ago 17

Fimela.com, Jakarta Vidio resmi memperkenalkan tagline baru bertajuk “Lebih Dari Hiburan”, yang menjadi penanda arah baru perjalanan mereka. Pergeseran ini tidak hanya sekadar soal tampilan visual, melainkan juga tentang semangat menciptakan ruang yang memberi makna lebih bagi penonton maupun kreator. Untuk mendukung gagasan tersebut, Vidio menghadirkan Kompetisi Film Vidio, sebuah ajang yang membuka peluang bagi sineas muda Indonesia untuk mengembangkan ide film pendek dengan dukungan dana serta pendampingan dari para praktisi berpengalaman di industri perfilman.

Sebagai wujud dukungan terhadap sineas muda, Vidio mengadakan Kompetisi Film Vidio, sebuah ruang untuk menuangkan ide film pendek. Tiga karya terpilih berkesempatan memperoleh bantuan dana produksi maksimal Rp150 juta, sekaligus arahan dari para tokoh perfilman Indonesia.

Tagline Lebih Dari Hiburan menandai babak baru Vidio. Era dimana kami membangun koneksi yang autentik dengan audiens, tidak hanya melalui tayangan seri dan olahraga berkualitas tinggi namun juga cerita dan makna keterhubungan antar sesama. Sebagai layanan OTT paling besar dan 100% berasal dari Indonesia, kami yakin progresi ini merupakan langkah yang tepat,” ujar Teguh Wicaksono, Chief Marketing Officer Vidio.

Ruang baru untuk berkarya, kompetisi film vidio bagi generasi sineas

“Inistiatif ini merupakan langkah konkret kami dalam menunjukkan komitmen terhadap industri lokal. Kami ingin mendukung perjalanan sineas-sineas muda dan mendekatkan mereka dengan peluang nyata,” jelas Teguh Wicaksono.

Bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), salah satu festival film bergengsi yang konsisten mendukung perkembangan sinema Asia, kompetisi ini hadir sebagai ruang lahirnya karya-karya orisinal sineas Indonesia. Para pemenang juga berkesempatan menampilkan karyanya di panggung JAFF.

Dewan juri dan mentor yang turut andil dalam kompetisi film vidio

Kompetisi ini didukung oleh sejumlah nama besar di industri film Indonesia. Hadir di antaranya dewan juri Joko Anwar, Shanty Harmayn, dan Yosep Anggi Noen yang dikenal luas lewat kiprah mereka sebagai sutradara, penulis, maupun produser. Deretan mentor juga tak kalah berpengaruh, seperti Mira Lesmana yang berperan penting dalam kebangkitan perfilman nasional, Yandy Laurens dengan karya drama keluarga dan romantis, serta Khozy Rizal yang berhasil menorehkan prestasi di ajang internasional. Selain itu, dukungan turut datang dari para pelaku industri seperti Wicky V. Olindo (Screenplay Films), David Suwarto (SinemArt dan SCM), serta Indra Yudhistira (Amadeus Sinemagna), yang masing-masing memiliki kontribusi besar dalam memperkaya ekosistem film dan serial di tanah air.

Salah satu aspek paling berharga dari kompetisi ini adalah adanya sesi mentoring intensif bagi peserta terpilih. Melalui pertemuan privat bersama para mentor industri, mereka berkesempatan mendalami berbagai hal, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, produksi, hingga strategi distribusi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |