Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu belakangan, angka 1312 sering muncul di berbagai platform media sosial, mulai dari unggahan, komentar, hingga tagar. Bagi sebagian orang, angka ini mungkin hanya deretan digit biasa. Namun, di balik itu, 1312 menyimpan makna tersembunyi yang menjadi simbol perlawanan dan kritik sosial.
1312 Bukan Sekadar Angka
Angka 1312 merupakan singkatan dari sebuah frasa dalam bahasa Inggris, yaitu A.C.A.B.. Untuk memahami bagaimana angka ini terbentuk, kita harus mengonversi setiap huruf dari frasa tersebut ke posisinya dalam alfabet:
A adalah huruf ke-1 C adalah huruf ke-3 A adalah huruf ke-1 B adalah huruf ke-2 Jadi, gabungan dari angka-angka tersebut membentuk 1312.
Arti Sebenarnya dari A.C.A.B.
Frasa A.C.A.B. sendiri adalah singkatan dari "All Cops Are Bastards". Secara harfiah, frasa ini berarti "Semua Polisi adalah Bajingan." Ungkapan ini sudah lama dikenal, terutama dalam gerakan-gerakan subkultur seperti punk rock dan hooliganisme sepak bola di Inggris sejak tahun 1970-an. Awalnya, frasa ini digunakan untuk mengekspresikan ketidakpercayaan dan kritik terhadap pihak kepolisian yang dianggap korup atau bertindak semena-mena.
Mengapa 1312 Kembali Viral?
Di era media sosial saat ini, 1312 kembali populer sebagai simbol protes dan kritik terhadap institusi kepolisian. Angka ini sering digunakan dalam konteks demonstrasi, isu keadilan sosial, dan ketika ada kasus-kasus yang melibatkan dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat. Penggunaan angka 1312 dianggap lebih "aman" dan tidak secara eksplisit melanggar aturan platform media sosial yang melarang ujaran kebencian secara langsung.
Dengan menyebarkan 1312, para pengguna media sosial berupaya menyuarakan ketidakpuasan, solidaritas, atau dukungan terhadap gerakan yang menuntut reformasi kepolisian dan keadilan bagi korban kekerasan aparat. Angka ini menjadi kode rahasia yang dimengerti oleh mereka yang memiliki pandangan serupa, menciptakan rasa kebersamaan dalam sebuah gerakan digital.
Simbolisme vs. Realitas
Penting untuk dipahami bahwa meskipun 1312 digunakan secara luas, maknanya bisa menjadi kontroversial. Banyak pihak menganggap frasa A.C.A.B. sebagai generalisasi yang tidak adil, karena tidak semua petugas kepolisian bertindak buruk. Namun, bagi para penggunanya, 1312 lebih dari sekadar generalisasi—ini adalah simbol dari ketidakpercayaan sistematis terhadap institusi kepolisian yang dianggap gagal melindungi masyarakat.
Fenomena viralnya 1312 menunjukkan bagaimana bahasa dan simbol terus berevolusi di dunia digital. Apa yang dulunya hanya dikenal di kalangan terbatas kini dapat menyebar luas dan menjadi bagian dari percakapan publik. Jadi, lain kali Anda melihat angka 1312, Anda sudah tahu bahwa itu bukan deretan angka biasa, melainkan sebuah pernyataan kritis yang kuat.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.