
SUKABUMI – BPJS Kesehatan terus memperkuat upaya promotif dan preventif sebagai strategi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Upaya Promotif dan Preventif sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Peserta dan Keberlanjutan Pembiayaan JKN yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Rukijo, tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Tangerang, serta jejaring Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi.
Dalam sambutannya, Rukijo menegaskan bahwa Program JKN tidak hanya berorientasi pada pembiayaan pelayanan kesehatan ketika peserta sakit, tetapi juga harus mampu mendorong masyarakat untuk tetap sehat melalui penguatan upaya promotif dan preventif. Menurutnya, peningkatan kasus penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi menjadi tantangan bersama yang harus diantisipasi sejak dini melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, dan perubahan perilaku hidup sehat.
“Semakin baik upaya promotif dan preventif yang dilakukan, maka semakin besar peluang masyarakat terhindar dari komplikasi penyakit. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup peserta, tetapi juga mendukung keberlanjutan pembiayaan Program JKN karena pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien,” ujar Rukijo.
Ia menambahkan, keberhasilan upaya promotif dan preventif memerlukan kolaborasi yang kuat antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan. FKTP, khususnya puskesmas, memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan primer, melakukan skrining kesehatan, deteksi dini penyakit, serta pembinaan peserta penyakit kronis melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Penguatan upaya promotif dan preventif harus menjadi perhatian bersama. Melalui optimalisasi Prolanis, Program Rujuk Balik, skrining kesehatan, Posbindu PTM, hingga Posyandu Prima, kita ingin masyarakat tetap sehat dan penyakit dapat dicegah sejak dini. Untuk itu, kolaborasi antara FKTP dan FKRTL perlu terus diperkuat agar peserta JKN memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif, berkualitas, dan berkesinambungan,” kata Rukijo.
Sementara itu, Plh. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Nora Duita Manurung, menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menghimpun berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pelaksanaan upaya promotif dan preventif di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi.
“Forum ini menjadi ruang diskusi yang sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antara BPJS Kesehatan, dinas kesehatan, FKTP, dan FKRTL. Kami ingin mendengarkan berbagai pengalaman, tantangan, maupun praktik baik yang telah dilakukan sehingga dapat dirumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta JKN,” kata Nora.
Ia menjelaskan, pembahasan dalam FGD difokuskan pada berbagai strategi penguatan pelayanan promotif dan preventif, di antaranya optimalisasi skrining kesehatan, penguatan implementasi Prolanis dan Program Rujuk Balik, peningkatan pengendalian penyakit kronis, pemanfaatan sistem informasi kesehatan, hingga penguatan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK).
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi fasilitas kesehatan serta menyusun solusi bersama guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN. Nora berharap hasil diskusi yang diperoleh dalam FGD tidak berhenti sebagai bahan pembahasan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata yang mampu memperkuat layanan promotif dan preventif di lapangan.
“Melalui kolaborasi yang erat antar seluruh pemangku kepentingan, kami harap upaya promotif dan preventif dapat berjalan lebih optimal. Harapannya, masyarakat semakin sehat, angka komplikasi penyakit kronis dapat ditekan, kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat, dan keberlanjutan Program JKN dapat terus terjaga demi memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Nora. (*)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)
