Scrub vs Exfoliating Chemical, Cara Mana yang Lebih Aman dan Sehat untuk Kulit Tubuh?

4 days ago 16

Fimela.com, Jakarta Eksfoliasi merupakan langkah vital dalam rutinitas perawatan kulit yang sering kali terlewatkan. Mengutip situs resmi Primaya Hospital, eksfoliasi memiliki tujuan untuk menjadikan kulit tampak lebih bersih, sehat, dan merangsang regenerasi sel-sel baru, sehingga kulit terasa lebih halus. Terdapat dua metode utama, yaitu scrub (physical exfoliation) dan exfoliating chemical (chemical exfoliation). Kedua metode ini memiliki cara kerja, manfaat, serta risiko yang berbeda, yang penting untuk dipahami dengan baik.

Banyak orang keliru dalam memilih metode eksfoliasi, yang akhirnya menyebabkan kulit mereka mengalami iritasi. Ada yang terlalu sering menggunakan scrub hingga merusak lapisan pelindung kulit, dan ada pula yang menggunakan eksfolian kimia secara berlebihan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali jenis kulit Anda sebelum menentukan metode eksfoliasi yang tepat. Pertanyaannya adalah, mana yang lebih baik untuk kesehatan kulit tubuh Anda: scrub atau exfoliating chemical?

siapa yang masih percaya mitos? Mitos dalam perawatan tubuh juga banyak yang masih dipercaya. Apa saja? Selengkapnya dalam fimela update.

Mengenal Dua Jenis Eksfoliasi

Eksfoliasi dapat dibagi menjadi dua jenis utama: fisik (scrub) dan kimia (exfoliating chemical). Eksfoliasi fisik melibatkan penggunaan partikel kasar atau alat seperti sikat untuk menghilangkan sel-sel kulit mati melalui gesekan. Sementara itu, eksfoliasi kimia memanfaatkan zat aktif seperti AHA (Alpha Hydroxy Acid) atau BHA (Beta Hydroxy Acid) untuk melarutkan ikatan antar sel kulit mati. Meski tujuan akhirnya sama, yaitu membersihkan kulit, cara kerjanya berbeda.

Penggunaan scrub lebih dianjurkan untuk kulit normal hingga berminyak karena memberikan hasil yang cepat terlihat. Sebaliknya, eksfoliasi kimia lebih disarankan untuk kulit sensitif karena tidak melibatkan gesekan langsung. AHA berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan, sementara BHA bekerja lebih dalam dengan menembus pori-pori untuk mengontrol produksi minyak. Memahami perbedaan ini penting agar Anda dapat memilih metode eksfoliasi yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.

Kelebihan dan Risiko Masing-Masing Metode

Scrub memiliki keunggulan utama yang langsung terasa setelah digunakan: kulit menjadi halus, bersih, dan segar hanya dalam beberapa menit. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa scrubbing dapat meningkatkan sirkulasi darah di permukaan kulit. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan scrub yang terlalu sering dapat menyebabkan luka mikro dan iritasi pada kulit.

Saat ini, banyak pilihan scrub dari bahan alami yang bisa Anda coba di rumah. Mengutip Safriana, dkk. (2024), bahan-bahan alami menawarkan keuntungan potensial seperti sifat yang lembut, minim risikoiritasi, dan ramah lingkungan. Beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk scrub antara lain gula, garam, kopi, oatmeal, biji-bijian, beras, dan bahan alami lainnya.

Di sisi lain, bahan kimia eksfoliasi bekerja dengan lebih lembut dan mendalam. AHA membantu meluruhkan sel kulit mati, sementara BHA menembus pori-pori untuk membersihkan minyak berlebih. Meskipun hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, metode ini lebih aman untuk jangka panjang dengan risiko iritasi yang lebih rendah, asalkan digunakan sesuai petunjuk dan dilengkapi dengan penggunaan tabir surya.

Jenis Kulit dan Metode Eksfoliasi yang Sesuai

Eksfoliasi merupakan langkah krusial dalam rutinitas perawatan kulit, bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit baru. Namun, tidak semua metode eksfoliasi cocok untuk setiap jenis kulit. Oleh karena itu, penting untuk memilih metode yang sesuai dengan karakteristik kulit Anda. Berikut adalah panduan memilih metode eksfoliasi yang tepat berdasarkan jenis kulit.

1. Kulit Berminyak – Scrub Fisik dengan Biji Halus

Kulit berminyak biasanya lebih tebal dan mampu menahan eksfoliasi fisik. Penggunaan scrub dengan biji halus dapat membantu mengangkat minyak berlebih dan mencegah pori-pori tersumbat. Lakukan eksfoliasi ini maksimal dua kali seminggu untuk menghindari pengelupasan berlebihan.

2. Kulit Kering – AHA Seperti Lactic Acid

Untuk kulit kering, hindari gesekan dan pilihlah eksfoliator berbasis AHA, seperti lactic acid yang lembut. Lactic acid tidak hanya membantu mengangkat sel-sel mati tetapi juga menjaga kelembapan karena berfungsi sebagai humektan. Ini membuatnya ideal untuk eksfoliasi ringan tanpa membuat kulit semakin kering.

3. Kulit Sensitif – PHA atau AHA dengan Konsentrasi Rendah

Bagi pemilik kulit sensitif, pilihlah eksfoliator kimia seperti PHA atau AHA dengan konsentrasi rendah. Kandungan ini bekerja lebih lembut dibandingkan BHA dan aman untuk kulit yang reaktif. Hindari juga produk dengan aroma atau alkohol yang dapat memicu iritasi.

4. Kulit Kombinasi – Kombinasi AHA dan BHA

Kulit kombinasi memerlukan pendekatan yang seimbang karena area T-zone biasanya berminyak, sementara area pipi cenderung kering. Gunakan produk yang menggabungkan AHA untuk area kering dan BHA untuk area berminyak. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan kulit tanpa perawatan berlebihan.

Cara Penggunaan yang Aman dan Efektif

Banyak orang yang terlalu bersemangat saat melakukan eksfoliasi, hingga akhirnya merusak pelindung alami kulit mereka. Padahal, penggunaan yang berlebihan atau tidak tepat justru bisa membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi. Untuk mendapatkan manfaat eksfoliasi yang optimal, penting untuk memahami cara penggunaannya yang benar. Berikut adalah beberapa prinsip dasar yang perlu Anda ikuti:

1. Batasi Frekuensi Eksfoliasi

Anda tidak perlu melakukan eksfoliasi setiap hari. Untuk scrub, cukup lakukan 1-2 kali seminggu, sementara eksfoliasi kimiawi seperti AHA dan BHA bisa digunakan 2-3 kali tergantung pada konsentrasinya. Terlalu sering melakukannya dapat mengikis pelindung alami kulit dan menyebabkan peradangan.

2. Perhatikan Reaksi Kulit

Setiap jenis kulit dapat bereaksi berbeda terhadap produk eksfoliasi. Jika Anda merasakan kemerahan, rasa perih, atau pengelupasan berlebihan, segera hentikan penggunaannya. Dengarkan sinyal dari kulit Anda untuk menghindari kondisi yang lebih buruk.

3. Gunakan Pelembap Setelah Eksfoliasi

Setelah eksfoliasi, kulit cenderung menjadi lebih kering dan rentan. Menggunakan pelembap dapat membantu mengembalikan kelembapan dan memperkuat pelindung kulit. Pilih pelembap yang menenangkan dan bebas alkohol untuk hasil yang maksimal.

4. Jangan Lewatkan Sunscreen

Eksfoliasi membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 di pagi hari. Ini akan membantu mencegah hiperpigmentasi dan kerusakan kulit lebih lanjut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Ricka Milla Suatin
Read Entire Article
Information | Sukabumi |