SUKABUMI – SMPN 11 Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada para siswa.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan literasi yang mengusung pembelajaran Aksara Sunda. Kegiatan ini dipandu oleh Andhika Nugraha, Guru Bahasa Sunda sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, bersama dengan Renata Tresniawati, guru Bahasa Sunda lainnya.
Penguatan kearifan lokal ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya Sunda yang kaya akan sejarah dan nilai-nilai luhur.
Aksara Sunda tidak hanya sebagai sarana komunikasi tertulis, tetapi juga menjadi identitas budaya yang harus terus dilestarikan. Dengan mengenalkan aksara ini sejak dini, para siswa diharapkan lebih memahami budaya dan sastra Sunda serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Andhika mengatakan, kegiatan literasi ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis sebagai bagian dari pembiasaan membaca dan menulis. Uniknya, program literasi di SMPN 11 Kota Sukabumi merupakan hasil kolaborasi antar mata pelajaran rumpun bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris.
“Pembelajaran ini dilakukan secara bergilir setiap pekannya, sejalan dengan slogan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing,” terangnya kepada Radar Sukabumi.
Dengan adanya kolaborasi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin memahami pentingnya keberagaman bahasa dalam kehidupan mereka.
Khusus untuk Bahasa Sunda, aksara menjadi salah satu materi utama yang dikenalkan kepada siswa.
“Respon siswa terhadap pembelajaran Aksara Sunda ini sangat positif. Mereka menganggap aksara ini unik dan memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembelajarannya. Keunikan bentuk huruf serta cara membacanya membuat mereka semakin tertarik untuk belajar lebih dalam,” imbuhnya.
Dikatakannya, agar pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan, berbagai metode kreatif digunakan oleh para guru. Salah satunya adalah melalui permainan (games), media teks interaktif, hingga penggunaan unsur anime untuk menarik perhatian siswa.
Dengan pendekatan yang lebih modern dan menyenangkan, diharapkan siswa lebih mudah memahami dan menguasai aksara ini.
Kegiatan literasi Aksara Sunda ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada siswa, tetapi juga untuk mencetak generasi yang mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Selain itu, siswa yang telah memiliki keterampilan membaca dan menulis aksara Sunda juga dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Sukabumi, khususnya dalam kategori Lomba Membaca dan Menulis Aksara Sunda.
Dengan semangat dan antusiasme tinggi dari para siswa, Andhika berharap kegiatan literasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam memahami serta mencintai budaya Sunda.
“Melalui upaya ini, SMPN 11 Kota Sukabumi berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan aksara Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” pungkasnya. (wdy)