
SUKABUMI – Sebanyak 81 peserta dari enam negara mengikuti International AI & Deep Learning Bootcamp 2026 (AIBC) Batch 1 yang diselenggarakan oleh Indonesia Artificial Neural Network Society (IdNNS) bekerja sama dengan School of Computer Science (SoCS) Nusa Putra di Jakarta, pada 5–10 Juli 2026.
Program bertaraf internasional ini mempertemukan peserta dari Indonesia, Selandia Baru, Zimbabwe, Australia, Uni Emirat Arab, dan Timor-Leste untuk mendalami teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Selama lima hari, peserta menjalani pelatihan intensif dengan konsep “From Zero to AI Builder”, yang dirancang untuk membekali peserta dari tingkat dasar hingga mampu membangun aplikasi berbasis AI. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, setiap sesi diawali pemaparan materi selama 30 menit yang langsung diikuti praktik selama 90 menit. Seluruh proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris.
Program ini didampingi oleh 17 mentor dari Indonesia, Italia, dan India yang berasal dari berbagai institusi terkemuka, di antaranya SoCS Nusa Putra, Pradita University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, PSSN, RSPAD, BLU5, BRIN, hingga Google Cloud.
Ketua Program AIBC 2026, Prof. Teddy Mantoro, mengatakan antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia.
“Pada awalnya kami hanya merencanakan satu batch. Namun karena minat yang sangat tinggi dan keterbatasan kapasitas, kami membuka batch kedua,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari 20 topik penting di bidang kecerdasan buatan dan pembelajaran mendalam, mulai dari Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), Generative AI, AI Governance, hingga Keamanan Siber (Cyber Security). Pendekatan yang mengedepankan praktik langsung diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam mengembangkan solusi AI yang aplikatif.
Pembukaan AIBC 2026 turut dihadiri Rosarita Niken Widiastuti, yang mewakili Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas-RI (IKAL). Kehadirannya menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi strategis.
Sebagai penutup kegiatan, peserta mengikuti kunjungan sosial dan budaya pada hari keenam. Agenda tersebut dirancang untuk mempererat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta mancanegara.
Program ini juga didukung lebih dari sepuluh mitra nasional dan internasional, antara lain IEEE CIS Indonesia Chapter, Google Cloud, Blu5 Singapura, Pradita University, Swami Rama Himalayan University (India), serta Badr University (Mesir). Seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian kegiatan memperoleh sertifikat internasional berstandar ISO/IEC 27001.
Melihat tingginya minat peserta, penyelenggara kembali menggelar AIBC 2026 Batch 2 pada 12–17 Juli 2026. Batch kedua telah mengonfirmasi kehadiran peserta dari Arab Saudi, Tanzania, Sudan, Angola, India, Malaysia, dan Indonesia.
Melalui penyelenggaraan dua batch yang diikuti peserta dari berbagai negara, AIBC 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan talenta dan kolaborasi internasional di bidang kecerdasan buatan, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya inovator AI yang mampu menjawab tantangan global.(wdy)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5188955/original/071492400_1744719603-pet-lifestyle-together-with-owner.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)








