
Ada hari-hari ketika sebuah rapat tidak hanya berbicara tentang target, capaian, dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Ada pula momen ketika ruangan kerja menjadi tempat untuk mengenang perjalanan panjang seorang pegawai yang sebentar lagi tidak lagi datang setiap pagi dengan rutinitas yang sama.
Garis Nurbogarullah, Sukabumi
Suasana itulah yang terasa dalam rapat evaluasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi. Di tengah agenda evaluasi dan koordinasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, terselip sebuah perpisahan yang penuh makna.
Agus Mulya, salah satu pegawai DPMPTSP Kota Sukabumi bersiap menutup satu bab panjang dalam perjalanan pengabdiannya. Agustus menjadi penanda bahwa masa purna tugas telah tiba. Bagi sebagian orang, purna tugas mungkin hanya berarti berakhirnya masa kerja. Namun bagi Agus, peristiwa itu menjadi titik jeda setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk pekerjaan yang menjadi bagian dari kehidupannya.
Pelepasan Agus menjadi momen yang tidak sekadar seremonial. Ada penghargaan atas proses panjang yang telah dilalui sekaligus pesan bahwa setiap orang yang pernah mengabdi meninggalkan jejak bagi organisasi.
“Pengabdian, kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas tentu menjadi bagian dari perjalanan DPMPTSP. Itu yang kami hargai dan kami kenang,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Sukabumi, Galih Marta Anggraeni kepada Radar Sukabumi.
Di sisi lain, rapat evaluasi menjadi ruang bagi DPMPTSP untuk melihat kembali apa yang telah dikerjakan sekaligus menentukan langkah berikutnya. Pelayanan publik tidak boleh berhenti pada rutinitas, sebab kebutuhan masyarakat terus berubah.
Karena itu, evaluasi bukan sekadar melihat angka dan laporan. Di balik setiap pelayanan, ada masyarakat yang berharap urusannya lebih mudah, cepat dan mendapatkan kepastian.
Galih menilai semangat tersebut harus terus dijaga oleh seluruh jajaran DPMPTSP. Berakhirnya masa tugas seorang pegawai tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya nilai-nilai pengabdian yang pernah diberikan.
Justru dari perjalanan orang-orang seperti Agus, generasi berikutnya dapat belajar bahwa pelayanan kepada masyarakat dibangun dari konsistensi dan tanggung jawab yang dilakukan setiap hari.
Kini, setelah sekian lama berada dalam lingkungan kerja DPMPTSP, Agus memasuki fase baru. Tidak ada lagi target pekerjaan yang harus dikejar setiap pagi, rapat yang harus dihadiri, maupun tugas yang menunggu di meja kerja.
Yang tersisa adalah kenangan, persahabatan dan jejak pengabdian. “Semoga masa purna tugas ini menjadi awal perjalanan baru yang penuh kebahagiaan, kesehatan dan keberkahan bersama keluarga,” kata Galih.
Bagi DPMPTSP Kota Sukabumi, Agus mungkin tidak lagi berada di dalam barisan pegawai setelah Agustus ini. Namun nama dan pengabdiannya tetap menjadi bagian dari cerita panjang sebuah organisasi yang terus bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat.Sebab pada akhirnya, masa kerja boleh memiliki batas. Tetapi pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu meninggalkan jejak. (*)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6106891/original/010738600_1778992419-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_17.46.41.jpeg)