CISOLOK – Memasuki hari ketiga libur Idulfitri 1446 H/2025 M, Pantai Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dipadati wisatawan dari berbagai wilayah baik dalam maupun luar daerah.
Kepadatan ini menurut Sekretaris Kecamatan Cisolok Okih Fajri Assidiq menjadi pertanda bangkitnya sektor wisata setelah beberapa tahun kebelakang mengalami penurunan, karena berdasarkan pemantauan terjadi peningkatan jumlah pengunjung tahun ini cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sejak 2021 hingga 2023, destinasi wisata pantai di Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan jumlah wisatawan. Namun, tahun ini terjadi lonjakan yang cukup drastis,” ujar Okih.
“Kami memperkirakan arus wisatawan akan tetap ramai hingga H+5 atau H+7 Idulfitri, mengingat libur sekolah masih berlangsung hingga tanggal 8 atau 9 April,” imbuhnya.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, Okih menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, untuk itu tidak bosan bosan tim gabungan pengamanan di Pos Karanghawu Cisolok memastikan bahwa seluruh pihak terkait telah bekerja sama untuk mengamankan kawasan wisata, terutama dari potensi kecelakaan laut.
“Alhamdulillah, hingga saat ini, kecelakaan laut di Cisolok bisa diminimalisir berkat koordinasi antara berbagai stakeholder. Tim Lifeguard Balawista, Forkopimcam Cisolok, SAR Kabupaten Sukabumi, Pramuka, Satpol Airud, Polsek, Koramil, serta relawan lainnya telah berjibaku dalam menjaga keselamatan pengunjung,” jelasnya.
“Selain Pantai Karang Hawu, destinasi wisata lainnya seperti Geyser Cipanas juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung dengan situasi yang tetap kondusif,” sambungnya.
Meski secara umum situasi tetap aman, Okih mengonfirmasi adanya insiden kecelakaan laut sehari sebelumnya. Sebanyak lima hingga enam wisatawan dilaporkan terseret ombak di Pantai Karang Hawu, namun berhasil diselamatkan oleh petugas Balawista.
“Berkat kesigapan tim lifeguard, seluruh korban dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa. Ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu waspada, mematuhi rambu-rambu peringatan, dan mengikuti arahan petugas,” tegasnya.
Para pengunjung, kata Okih baik dari dalam maupun luar Sukabumi, diimbau untuk selalu berhati-hati saat bermain di pantai. Terutama bagi orang tua yang membawa anak-anak, agar tidak membiarkan mereka mandi di laut tanpa pengawasan.
Okih juga menyebutkan bahwa lonjakan jumlah wisatawan tahun ini mencapai 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari padatnya arus lalu lintas menuju kawasan wisata.
“Kepadatan arus wisata sangat terasa. Tim dari Satlantas Polres Sukabumi telah melakukan berbagai upaya penguraian agar lalu lintas tetap lancar, meskipun di beberapa titik terjadi kemacetan,” katanya.
Menjelang akhir pekan, Okih mengingatkan wisatawan untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca yang masih didominasi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, serta arus bawah laut yang cukup kuat, terutama pada pagi dan sore hari.
“Kami mengimbau para wisatawan untuk selalu waspada dan memperhatikan larangan yang sudah dipasang maupun arahan dari petugas jaga. Terutama bagi yang mengajak anak-anak balita, sebaiknya tidak membiarkan mereka mandi di laut,” pungkasnya. (Ndi)