Waspada, Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Gede Meningkat, Warga Dilarang Mendaki

21 hours ago 8

SUKABUMIAktivitas seismik di Gunung Gede mengalami peningkatan signifikan sejak 1 April 2025.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan lonjakan jumlah gempa vulkanik dalam yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan data yang tercatat dari website https://magma.esdm.go.id, bahwa pengamatan petugas dari Pos Pengamatan Gunung api (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur terdapat aktivitas kegempaan pada 1 April 2025. Yakni, 47 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2-47 mm, S-P 0.4-1.3 detik dan lama gempa 5-17 detik dan 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 39 mm, S-P 4 detik dan lama gempa 33 detik serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 44 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 400 detik.

Sementara, aktivitas kegempaan 2 April 2025 terdapat 1 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 19 detik dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 49 mm, S-P 15 detik dan lama gempa 150 detik.

Data tersebut, merupakan hasil pengamatan petugas yang dilaporkan secara periodik dan terhitung mulai pukul 00.00 hingga pukul 24.00 WIB setiap harinya.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan, bahwa Gunung Gede merupakan gunung api tipe strato yang memiliki ketinggian 2.958 mdpl dan secara administratif berada di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor Provinsi Jawa Barat.

“Aktivitas kegempaan di Gunung Gede ini, mengalami lonjakan cukup signifikan, jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya,” kata Wafid pada Kamis (03/04).

Pada Rabu (01/04), sambung Wafid, dalam rentang pukul 00.00 hingga pukul 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1 sampai 31 Maret hanya berkisar 0-1 kali per hari.

“Jumlah gempa vulkanik dalam meningkat drastis dibandingkan dengan periode sebelumnya yang relatif stabil. Peningkatan ini mengindikasikan adanya pergerakan magma di dalam gunung,“ timpalnya.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede, yang berpotensi menyebabkan letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi.

Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal). “Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2024 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal),” bebernya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, pengunjung maupun calon pendaki gunung dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam serta beraktivitas dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

“Warga dan pendaki diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar puncak gunung dan mewaspadai potensi peningkatan aktivitas vulkanik. Kami akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Gede dan menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh berita yang belum terverifikasi,” pungkasnya. (den/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |