Respon Cepat dan Humanis, Dinsos Kota Sukabumi Selamatkan 33 Jiwa Telantar dari Berbagai Daerah

4 hours ago 8
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan. (Dok.Radar Sukabumi)Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan. (Dok.Radar Sukabumi)

RADARSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat pelayanan sosial bagi warga yang membutuhkan penanganan, termasuk Orang Telantar (OT) yang ditemukan di ruang publik maupun fasilitas umum. Salah satu bentuk pelayanan tersebut dilakukan melalui penjemputan dan pengantaran seorang Orang Telantar dari Terminal Tipe A Kota Sukabumi menuju Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Penanganan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan warga yang terlantar mendapatkan perlindungan serta akses terhadap pelayanan sosial sesuai kebutuhannya. Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Asep Suhendrawan mengatakan, penanganan OT tidak hanya sebatas memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain. Petugas terlebih dahulu melakukan pendekatan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga yang bersangkutan.

“Pelayanan kepada Orang Telantar harus dilakukan dengan cepat, tepat dan humanis. Mereka tetap memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dan penanganan dari pemerintah,” ujar Asep, kepada Radar Sukabumi, pada Senin (10/8).

Menurutnya, keberadaan OT membutuhkan respons cepat karena sebagian di antaranya berada dalam kondisi rentan dan tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri. Karena itu, petugas dinsos melakukan penjangkauan dan asesmen awal sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sambung Asep, Dinas Sosial Kota Sukabumi mencatat sebanyak 33 OT yang mendapatkan penanganan. Mereka tidak seluruhnya merupakan warga Kota Sukabumi. Sebagian berasal dari luar daerah dan ditemukan berada di wilayah Kota Sukabumi.

“Beberapa daerah asal yang tercatat antara lain Bandung, Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Tangerang, Cianjur, Jakarta Selatan hingga Karawang. Sementara untuk warga yang berasal dari dalam wilayah Kota Sukabumi, salah satunya tercatat berasal dari Kelurahan Warudoyong,” jelasnya.

Asep menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan Orang Telantar membutuhkan koordinasi lintas daerah. Ketika warga yang ditemukan diketahui berasal dari daerah lain, Dinsos Kota Sukabumi berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah asal agar proses pemulangan atau penanganan lanjutan dapat dilakukan secara tepat.

“Kalau yang bersangkutan berasal dari luar Kota Sukabumi, tentu kami berkoordinasi dengan dinas sosial daerah asal. Tujuannya agar penanganannya berkelanjutan dan warga tersebut bisa mendapatkan pelayanan sesuai wilayah domisilinya,” paparnya.

Dalam proses penanganan, petugas juga tidak mengedepankan pendekatan yang bersifat represif. Komunikasi dilakukan secara persuasif dengan mempertimbangkan kondisi psikologis, kesehatan, identitas, serta situasi keluarga masing-masing warga.

Ia menilai, di Terminal Tipe A Kota Sukabumi menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian karena merupakan ruang publik dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut memungkinkan ditemukannya warga yang membutuhkan pertolongan sosial, termasuk mereka yang kehilangan arah perjalanan, tidak memiliki biaya untuk melanjutkan perjalanan, maupun berada dalam kondisi telantar. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan ketika menemukan warga yang membutuhkan pertolongan. Informasi dari masyarakat dapat menjadi pintu awal bagi petugas untuk melakukan penjangkauan dan memberikan penanganan.

“Peran masyarakat sangat penting. Kalau menemukan orang yang terlantar atau membutuhkan pertolongan sosial, segera informasikan kepada petugas atau pemerintah setempat. Dengan begitu, kami bisa lebih cepat melakukan penjangkauan,” kata Asep.

Ia menegaskan, pelayanan sosial pada prinsipnya merupakan upaya bersama untuk memastikan tidak ada warga yang menghadapi kondisi rentan seorang diri. Pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait perlu membangun kepedulian agar persoalan sosial dapat ditangani sejak dini.

“Yang kami kedepankan adalah pelayanan yang cepat, tepat dan humanis. Harapannya, setiap warga yang membutuhkan bisa mendapatkan penanganan dan hak dasarnya terpenuhi,” pungkas Asep. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |