SUKABUMI – Pada tanggal 20 Februari mendatang, Ayep Zaki dan Bobby Maulana akan dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Sukabumi periode 2025-2030. Ada banyak hal menarik jelang pelantikan Pasangan Ayeuna ini, salah satunya silaturahmi ke sejumlah perangkat daerah.
“Jadi pada pilkada, saya belanja masalah ke masyarakat. Makanya lahirnya program-program yang tertuang dalam Menata Kebaikan. Ada 19 janji politik Ayep Zaki dan Bobby Maulana. Insya Allah, kami berkomitmen pada 100 hari kerja pertama, 11 dari 19 janji akan kami tunaikan,” kata Ayep Zaki kepada Radar Sukabumi, Senin (10/2).
“Nah, sebelum pelantikan, maka saya belanja masalah ke SKPD, ke dinas. Agar ketika kami resmi dilantik dan menjabat, bisa langsung gerak cepat bekerja,” sambungnya.
Secara garis besar, ada tiga hal yang akan digeber oleh Ayep Zaki. Pertama, fokus pada pembenahan instrumen kepemerintahan di Kota Sukabumi. Dia menyebutkan, pembenahan tersebut mulai dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah. Adapun BLUD dan BUMD yang dimaksud adalah RSUD R Syamsudin SH, PDAM Tirta Bumi Wibawa, Apotek Waluya, dan BPR Kota Sukabumi.
“Empat BLUD dan BUMD ini akan dibenahi secara sistematis, masif dan terstruktur, untuk menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Ayep Zaki.
Berkaitan dengan pembenahan tersebut, Ayep Zaki juga akan fokus pada peningkatan pendapatan asli daerah sendiri (PADS) di luar dari BUMD dan BLUD. Dia menyebutkan, pada 2024 lalu, catatan pendapatan pada PADS di atas Rp81 miliar di luar pendapatan BLUD dan BUMD.
“Ini sangat kecil dibandingkan PDRB (pendapatan dometik regional bruto) untuk Kota Sukabumi pada 2024 sekira Rp15 triliun. Artinya ini hanya 0,54 persen. Ini terlalu jauh PADS dibandingkan PDRB. Tapi hitungannya dikurangi Rp81 miliyar tanpa BLUD dan BUMD. Kita akan bongkar seperti apa kondisi sebenarnya keuangan, baik itu BLUD Bunut, PDAM, Waluya, dan BPR Kota Sukabumi,” paparnya.
Hal kedua, kata Ayep Zaki lagi, akan membongkar penyebab PADS pada 2024. Dia mengklaim angkanya sangat kecil sehingga perlu adanya intervensi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahannya. “Terutama masalah aset-aset milik Pemkot, milik rakyat, ini harus dimaksimalkan untuk kepentingan kita semua,” papar Ayep.
Hal ketiga, Ayep Zaki ingin mewujudkan Kota Sukabumi menjadi Kota Wakaf. Ya, program wakaf memang menjadi bagian dari program kerja Ayep Zaki-Bobby Maulana. Maka untuk mewujudkan visi tersebut, nantinya Pemerintah Kota Sukabumi akan bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia dan badan wakaf yang ada di Kota Sukabumi.
“Misalnya yaitu Badan Wakaf Doa Bangsa. Nah, agar tidak ada konflik kepentingan, sebelum saya dilantik jadi wali kota, saya sudah mengundurkan diri dari Yayasan Pembina Pendidikan Doa Bangsa 2024-2029. Yayasan ini yang menaungi legalitas Lembaga Wakaf Doa Bangsa,” ujar Ayep Zaki.
Adapun yang menggantikan Ayep Zaki adalah masih kader dari yayasan sendiri bernama Khudaeni Muflihan dan Suparman. “Termasuk juga adik dan anak saya akan mundur. Selain menghindari konflik kepentingan, mundurnya saya dan keluarga karena badan wakaf ini murni sebagai sebuah instrumen yang legal yang mengurusi persoalan wakaf untuk kemaslahatan umat. Dan masyarakat Kota Sukabumi melalui media Radar Sukabumi harus tahu bahwa saya sudah mundur dari yayasan badan wakaf ini,” pungkasnya. (izo)