Bincang Pemuda Jabar Bergerak Milenial Kota Sukabumi Bahas Isu Pendidikan, Lingkungan hingga Hukum

1 month ago 49

SUKABUMI – Jabar Bergerak Zillenial (JBZ) Kota Sukabumi menggelar acara “Bincang Pemuda 2025” dengan tema “Youth Collaboration for Environment, Education, and Social Justice” pada, Rabu (19/2)di Kampus Vokasi IPB Sukabumi, Cibereum, Kota Sukabumi.
Ketua Daerah JBZ Kota Sukabumi, Alifa Johariyah Ulfah mengatakan, Bincang Pemuda 2025 yang dinisiasi oleh Jabar Bergerak Milenial Kota Sukabumi ini bertujuan untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Dijelaskannya, Jabar Bergerak Milenial merupakan komunitas sosial yang telah hadir di 21 daerah se-Jawa Barat (Jabar), termasuk Kota Sukabumi. Melalui “Bincang Pemuda”, komunitas ini berupaya menciptakan ruang diskusi bagi pemuda untuk membahas berbagai isu penting, seperti lingkungan, pendidikan, dan hukum.

Adapun pada Bincang Pemuda kali ini, mengangkat tiga isu yang akan dibahas yaitu Pendidikan, Lingkungan dan Sosial dan Hukum.

“Pemuda memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan di berbagai bidang sosial. Dalam isu lingkungan, permasalahan seperti pemanasan global, polusi, dan pengelolaan sampah yang tidak optimal menjadi ancaman serius bagi kelestarian bumi. Generasi muda diharapkan dapat mengedukasi masyarakat serta mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan,” terangnya kepada Radar Sukabumi.

Sementara di bidang pendidikan lanjut Alifa, akses dan kualitas pendidikan yang belum merata masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil. Pemuda dapat berperan sebagai motor penggerak dalam memperluas akses pendidikan melalui teknologi, literasi, dan pengabdian masyarakat.

“Dan isu ketiga yaitu dalam bidang hukum dan sosial, ini juga sangat penting untuk dibahas lantaran meningkatnya kasus pelanggaran hak asasi manusia, kurangnya pemahaman hukum di masyarakat, serta tantangan dalam menegakkan keadilan menjadi perhatian utama. Pemuda diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang hak-hak mereka serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam sistem hukum,” kata Alifa.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan 11 komunitas dari Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tiga isu utama yang diangkat dalam diskusi ini adalah pendidikan, lingkungan, serta hukum dan sosial. Pemilihan isu-isu ini didasarkan pada relevansi dan urgensi permasalahan yang tengah hangat diperbincangkan di masyarakat.

“Dalam isu pendidikan, banyak permasalahan yang sedang digaungkan di Sukabumi. Kemudian, dalam isu lingkungan, salah satu pertanyaan yang kami ajukan kepada audiens adalah mengapa Kota Sukabumi bisa mengalami banjir. Sementara dalam isu hukum dan sosial, banyak kasus remaja yang terjerat narkoba dan geng motor, tetapi mereka kerap dibebaskan dengan alasan masih di bawah umur,” ujar Alifa.

Diskusi dalam “Bincang Pemuda” ini menghasilkan satu notulensi yang nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun kabupaten.

Selain mengundang berbagai komunitas pemuda, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Mahasiswa IPB dipilih sebagai peserta karena mereka memiliki potensi besar dalam mengembangkan ide dan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial.

“Kami di generasi Z dan milenial yang bergerak dalam kepemudaan harus merangkul mereka juga,” tambah Alifa.

Dengan semangat solidaritas, inovasi, dan keberanian, “Bincang Pemuda” bertujuan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya memahami tantangan yang dihadapi bangsa, tetapi juga mampu berkolaborasi menciptakan solusi nyata. Output dari diskusi ini akan dikemas dalam rekomendasi dengan judul Anak Muda: Satu Suara, Dua Kolaborasi sebagai bentuk konkret kontribusi pemuda bagi masyarakat yang akan di berikan kepada pemerintah daerah.

“Melalui wadah ini, diharapkan pemuda dapat semakin aktif dalam menyuarakan pendapat, berbagi solusi, serta menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masa depan bangsa,” tutupnya. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |